YOGYAKARTA AKAN GELAR FESTIVAL SENI KEAGAMAAN HINDU

YOGYAKARTA AKAN GELAR FESTIVAL SENI KEAGAMAAN HINDU

Festival Seni Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II akan kembali digelar pada 25-28 September mendatang. Kota Yogyakarta terpilih menjadi tuan rumah acara ini. Sebanyak 16 propinsi turut memeriahkan festival, diantaranya Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Bali sebagai eksebisi.

Ketua umum festival, Ida Bagus Wika Krishna, S. Ag, MSi menjelaskan festival yang akan dibuka oleh Menteri Agama RI,  Surya Darma Ali itu menampilkan karya seni dan budaya Keagamaan yang bersifat sakral serta memiliki makna dan nilai estetis yang tinggi, seperti mantra, suara genta dan seni tabuh. Menurutnya corak seni budaya Hindu tidak hanya identik dengan apa yang ada di Bali. Menurutnya komunitas umat Hindu di berbagai daerah seperti di Lampung, Kalteng dan Banten punya corak seni keagamaan yang unik. “Tiap ragam seni budaya keagamaan di daerah tetap mengandung nilai sakral serta memiliki makna estetika yang tinggi. Makna itu terkandung dalam berbagai hal mulai dari tarian, kidung kerohanian, serta sesaji,” jelas  Ida Bagus Wika Khrisna.

Festival Seni Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II akan diawali dengan Parade Nusantara yang menampilkan pertunjukan seni lintas agama sebagai wujud toleransi antar umat beragama. Parade Nusantara  mengangkat tema Bhinneka Tunggal Ika menjadi sebuah spirit persatuan dan kesatuan bangsa yang terwujud dari keberagaman, kebersamaan diantara pemeluk agama. Karena itu, selain seni keagamaan yang kental dengan nuansa Hindu, parade yang akan dimeriahkan mobil hias Garuda dan Siwananta itu juga akan diikusti seni dan budaya Agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Konghucu. “kami menunjukan jalinan kebersamaan antara pemeluk agama  di Indonesia,” ujar Ida Bagus Wika Krishna.

Pawai rencananya akan dimulai pada pukul 14.00 dan menempuh perjalanan sejauh 4 km, dari Lapangan Taman Parkir Abu Bakal Ali – Malioboro dan berakhir di Pakualaman. “Pawai akan meilbatkan 1500-an orang, umat dari Yogya sendiri ada sekitar 800-an dan 750 orang lainnya berasal dari perwakilan masing-masing kontingen,” tambahnya.

Festival Seni &Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II akan diisi dengan lima jenis perlombaan, yaitu lomba musik tradisi (tabuh lalambatan/instrumental, tari ritual dengan tari rejang atau tari baris, lomba musik vokal instrumental (gegitaan), tari kreasi keagamaan dan tari topeng sidakarya atau sejenisnya. Selain lomba, juga akan digelar sejumlah sarasehan dan pesta rakyat di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret pada 27 September mendatang.

Ida Bagus Wika Krishna berharap bertemunya kontingen perwakillan provinsi dari seluruh Indonesia dapat meningkatkan kreativitas dalam dunia seni, serta mampu meregenerasi seni keagamaan Hindu kepada generasi muda. (NURAKHMAYANI)