Wisata Sejarah Kota Tua Muntok Dipromosikan ke Belanda

Wisata Sejarah Kota Tua Muntok Dipromosikan ke Belanda

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mempromosikan wisata sejarah Kota Tua Muntok dan lada putih ke Belanda.

“Selain mempromosikan Muntok yang sudah ditetapkan sebagai salah satu kota pusaka di Indonesia, kunjungan ke Negeri Kincir Angin kali ini juga untuk mempromosikan potensi lada putih,” kata Kasubag Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat, Dipa Pandu Putratama, Selasa (3/11/2015).

Ia mengatakan, kunjungan sejumlah pejabat Pemkab Bangka Barat ke Belanda sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengelola dan mengembangkan Kota Tua Muntok.

“Selain promosi, kunjungan para pejabat ini juga dalam rangka menghadiri undangan Indonesia Diaspora Network yang beberapa waktu lalu telah berkunjung ke Muntok,” kata Dipa.

Indonesia Diaspora Network adalah sebuah organisasi bentukan WNI di Belanda yang memiliki tujuan memfasilitasi perencanaan pembangunan kota-kota di Indonesia menjadi kota layak huni dan kota terbaik.

Dalam kunjungan tersebut, menurut Dipa, rombongan juga memberikan informasi terkait potensi daerah yang selama ini terkenal sebagai penghasil bijih timah terbaik.

“Kami berharap melalui promosi potensi daerah di Belanda, pembangunan di Bangka Barat semakin berkembang dan bisa memberikan manfaat nyata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Rombongan pejabat Pemkab Bangka Barat yang berkunjung ke Belanda dipimpin Bupati Zuhri M Syazali, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat, Hendra Kurniady, Guru Besar Arsitektur Universitas Indonesia Prof Kemas Ridwan Kurniawan, Dewan Pembina Kota Pusaka Bangka Barat Ramli Ngad Jum dan beberapa anggota lainnya.

Pada kunjungan tersebut, lanjut Dipa, rombongan pejabat Kabupaten Bangka Barat diterima langsung Wakil Kepala Perwakilan KBRI Belanda, HA Ibnu Wahyutomo, di Den Haag.

Ibnu Wahyutomo menyampaikan bahwa saat ini lada menjadi salah satu rempah impor nomor satu yang dikonsumsi masyarakat Belanda, dan ketergantungan terhadap rempah-rempah masih didominasi dari daerah Maluku dan sekitarnya.

Ibnu mengenal dengan baik importir utama lada di Belanda dan KBRI siap membantu memfasilitasi Pemkab Bangka Barat dengan importir.

travel.kompas.com