Wine Salak, Wine nya Bali

Wine Salak, Wine nya Bali

Wine dari buah anggur mungkin sudah jamak Anda dengar dan mudah dijumpai. Tetapi wine dari salak? Mungkin baru ditelinga Anda. Salak di Indonesia merupakan salah satu buah yang banyak di gemari masyarakat Indonesia. Maka tak heran, salak tidak hanya dimakan begitu saja, tetapi diolah menjadi manisan, dodol, selai, jus, keripik bahkan wine. Nah, yang terakhir ini banyak dikembangkan di daerah Karangasem, Bali.

Munculnya ide pengolahan wine dari buah salak karena adanya keluhan para petani salak saat panen raya. Harga salak melorot jauh saat panen raya. Harga terendah saat panen raya bisa mencapai lima ratus rupiah perkilo gram.

Nah melihat permasalahan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem  mengupayakan sebuah terobosan baru untuk membantu para petani salak. Kemudian dibentuklah kelompok wine. Setelah kelompok ini berdiri pemerintah memberikan pelatihan terhadap kelompok wine ini. Didatangkanlah seorang ahli wine asal Jerman yang lebih dikenal dengan nama bapak Norbet. Pelatihan ini memakan waktu yang cukup lama. Norbet mengajarkan kelompok wine ini mulai dari pemilihan buah yang cocok  hingga menjadi wine yang siap jual.

Wine salak ini dibuat dari buah salak, gula pasir, ragi roti, dan asam nitrat. Proses pembuatannya adalah sebagai berikut. Pertama-tama, salak dibersihkan kemudian diblender, dicampur dengan air rebusan, lalu disaring. Kemudian, ditambah gula dan direbus sampai mendidih.

Setelah itu dibuatlah larutan stater dari salak, gula, dan air. Proses pembuatannya larutan stater ini sama dengan larutan pertama. Hanya saja, setelah dingin larutan stater diberi ragi dan selama dua jam difermentasikan.Lalu kedua larutan dicampur dan difermentasikan selama dua minggu.

Setelah dua minggu, larutan direbus kembali hingga mendidih, dan dimasukkan putih telur. Jumlah putih telur yang dimasukkan perbandingannya satu butir untuk lima liter. Kemudian masuk masa penuaan selama kira-kira satu tahun hingga larutan bening. Selama masa penuaan, larutan disaring dua kali dalam setiap bulan agar endapannya hilang.

Kadar alkohol wine salak berkisar antara 10 hingga 15 persen dan kini wine salak mudah dijumpai pasar tradisional, pasar swalayan dan di hotel-hotel berkelas di Bali. Para wisatawan asing pun tergiur untuk mencicipi wine salak dengan harga 100 ribu hingga 200 ribu rupiah per botol. Bahkan investor dari luar ingin menanamkan modalnya untuk pengembangan Wine Salak ini. (NURAKHMAYANI)