Walikota Ajak Warga Lestarikan Sulam Benang Emas Warisan Budaya Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengajak warga setempat untuk menjaga dan melestarikan kasab atau sulam benang emas, sebagai salah satu warisan budaya Aceh dan juga sumber perekonomian keluarga.

“Kami berharap dengan dibangunnya rumoh (rumah) kasab dan souvenir Aceh ini, bisa meningkatkan pendapatan warga kota,” ujar Aminullah di Banda Aceh, Jumat.

Ia mengatakan, pembangunan rumoh kasab dan berbagai kerajinan di Aceh tersebut merupakan langkah yang tepat demi meningkatkan pendapatan warga kota, khususnya di “Kota Gemilang”, julukan lain Kota Banda Aceh.

Dewasa ini, lanjutnya, kerajinan sulam benang emas sangat diminati, terutama baik oleh pihak penyelenggara kegiatan di provinsi paling utara Sumatera maupun para wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Provinsi Aceh Aceh.

Seperti diketahui, Wali Kota Aminullah Usman telah meletakkan batu pertama pembangunan rumah produksi kasab dan souvenir Aceh merupakan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Gampong (Desa) Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Kamis (27/8).

“Kami menilai program KOTAKU ini sangat bermanfaat bagi warga, terutama Gampong Lambhuk. Selain peningkatan perekonomian warga kota, juga menambah lapangan kerja baru. Sehingga bisa menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Aminullah.

Wali kota juga mengapresiasi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Aceh, karena terus membantu pembangunan di Kota Banda Aceh melalui program KOTAKU.

Kepala BPPW Aceh, M Yoza Habibi, mengatakan, program KOTAKU merupakan upaya strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dalam rangka dalam rangka menciptakan Infrastruktur.

“Kita berharap dengan hadirnya rumoh kasab dan souvenir Aceh ini, bisa meningkatkan pemahaman kepada masyarakat. Bagaimana menciptakan infrastruktur yang baru, dan nantinya bisa berkontribusi besar dalam meningkatkan ekonomi di sektor industri kreatif,” katanya.

ANTARA/