Tujuh Kebudayaan Kalbar Ditetapkan Sebagai WBTB Indonesia 2020

Sebanyak tujuh (7) kebudayaan asal Kalimantan Barat (Kalbar) telah ditetapkan secara resmi sebagi WBTB Indonesia 2020. Tujuh kebudayaan Kalbar secara resmi telah ditetapkan sebagai WBTB 2020 setelah melewati proses seleksi ketat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda tahun 2020 dilaksanakan secara Daring oleh Kemendikbud RI di ruang rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. (08/10/2020)

Sidang Penetapan Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakan pada kamis (08/10/2020) . Pada sidang ini membahas tentang penetapan usulan WBTB Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020.

Kabid Pembinaan Kebudayaan, Suhardi, S.Pd, M.Pd mengatakan usulan (calon) warisan tak benda dari seluruh Kabupaten dan Kota di Kalimantan Barat, mulai ditampung pada januari 2020.

Kemudian usulan-usulan ini diteruskan ke pusat (Kementrian) untuk diseleksi. Dalam seleksi tersebut ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

Jika sudah terdaftar, nama usulan warisan budaya tak benda atau karya budaya untuk diverifikasi. Proses verifikasi dilakukan oleh Kementrian atau tim ahli penetapan pada bulan agustus, dengan cara datang langsung ke daerah-daerah yang mengusulkan karya budaya mereka.

Pada tahun ini, proses verifikasi yang biasanya mendatangi langsung ke daerah tidak dapat dilakukan karena pandemi Covid-19. Semua proses verifikasi dilakukan secara daring.

Dari Kementrian kemudian melihat usulan dari tiap daerah, melakukan pemeriksaan kelengkapan berkas dan kesiapan dari daerah pengusul.

Daerah yang mengusulkan, diminta untuk mempresentasikan usulan karya budaya melalui zoom meeting.

Biasanya sidang penetapan warisan tak benda dilaksanakan pada bulan september. Namun karena adanya penundaan, sidang penetapan ini baru bisa dilaksanakan pada bulan oktober 2020 lewat daring.

Untuk tahun 2020, daerah di Kalimantan Barat yang mengusulkan karya budayanya adalah

  • Sekadau mengusulkan Jimot lulun dan Jimot Renai Mualang serta Tenun Ikat Kumpang Ilong
  • Sambas mengusulkan Bahasa Melayu Sambas dan Zikir Nazam
  • Kota Pontianak mengusulkan Bahasa Melayu Pontianak.
  • Kubu Raya usulkan Jepin Langkah Penghibur Pengantin
  • Kota Singkawang mengusulkan Cap Go Meh dan Tatung Singkawang

Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kabid Pembinaan Kebudayaan, Suhardi, S.Pd, M.Pd dan didampingi oleh tim presentasi yang mewakili daerah di Kalbar mendapatkan sesi ke 9 di Sidang Penetapan Warisan Tak Benda.

Kalimantan Barat yang diwakili Suhardi dan tim, mampu memaparkan dan mampu menjawab pertanyaan dari panitia penetapan warisan tak benda.

Selanjutnya Panitia Penetepan Warisan Tak Benda menetapkan 7 warisan tak benda dari Provinsi Kalimantan Barat.

Ketujuh karya budaya yang ditetapkan dari Kalbar :

  1. Bahasa Melayu Pontianak
  2. Bahasa Melayu Sambas
  3. Zikir Nazam dari Kab. Sambas
  4. Jimot lulun dan Jimot Renai Mualang dari Kab. Sekadau
  5. Tenun Ikat Kumpang Ilong dari Kab. Sekadau
  6. Jepin Langkah Penghibur Pengantin dari Kab. Kubu Raya
  7. Cap Go Meh dan Tatung Singkawang

” Dengan mengucapkan alhamdulillah, secara resmi tujuh kebudayaan asli Kalimantan Barat, telah sah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda 2020 oleh tim ahli penilaian. Ini adalah kerja keras semua pihak yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk hal ini, untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kalbar, dan berharap agar kita dapat menjaga warisan kebudayaan yang ada di Kalimantan Barat’ pungkas Suhardi.

gencil.news