Tiga Perkampungan di Yogyakarta Dengan Arsitektur Jawa-Belanda

Tiga Perkampungan di Yogyakarta Dengan Arsitektur Jawa-Belanda

Tiga perkampungan ini menambah deretan destinasi wisata Yogyakarta. Unik, karena kampung-kampung itu memiliki nuansa arsitektur Belanda dan Jawa, mana saja?

Beberapa wilayah Yogyakarta menyimpan cerita sejarah dan peninggalan budaya. Di Kotagede contohnya, terdapat perkampungan dengan arsitektur rumah warga yang merupakan hasil perpaduan antara tradisional Jawa dan Belanda.

Menelusuri sejarah Kotagede dapat dilakukan melalui Jelajah Pusaka Kampung Wisata. Beberapa tempat di kawasan itu dikembangkan menjadi kampung wisata.

Tiga diantaranya memiliki ciri khas berupa bangunan-bangunan tempo dulu. kekhasan itu ditunjukkan dengan arsitektur bangunan yang pendek, berwarna putih cream, dan terdapat perpaduan kayu. Serta, beberapa tempat terdapat rumah joglo.

Tiga kampung berikut yang memiliki perpaduan arsitektur Jawa dan Belanda:

  1. Kampung Wisata Prenggan

Secara geografis, Kampung Wisata Prenggan berada di Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede. Lokasinya, tepat berada di utara kompleks Masjid Gedhe Mataram.

Banyak lorong-lorong atau gang kecil di kampung ini. Ketika memasuki kawasan Kampung Prenggan, pengunjung akan disuguhkan dengan rumah-rumah tradisional arsitektur Belanda.

Bangunannya nampak kokoh. Beberapa bangunan di sana juga telah ditetapkan menjadi cagar budaya. Paket wisata yang didapatkan disini seperti kerajinan perak, Masjid Gedhe Mataram, Dalem Sopingen dan beberapa rumah joglo yang menambah kekentalan bangunan tradisional Jawa.

  2. Kampung Wisata Purbayan

Wisata Yogyakarta lain yang memiliki arsitektur Jawa-Belanda ada di Kampung WIsata Purbayan. Kampung ini dapat dicapai lewat Pasar Legi Kotagede. Tepat di sudut pertigaan pasar akan terdapat petunjuk arah menuju Kampung Wisata Purbayan. Kampung Purbayan berada di Kawasan Cagar Budaya Kotagede.

Purbayan menyimpan nilai-nilai dari Kerajaan Mataram.Di dalamnya terdapat Kampung Ndalem yang merupakan bagian inti keraton dan Kampung Cokroyudan yang kental dengan arsitektur rumah Jawa tepat berada di selatan Masjid Gedhe Mataram.

Bangunan-bangunan yang ada di wilayah ini tidak berbeda jauh dengan Kampung Prenggan. Langgar Dhuwur salah satunya.

  3. Kampung Wisata Basen

Kotagede memiliki kekhasan pengrajin peraknya. Setiap kelurahan di sana memiliki sentra kerajinan perak. Salah satunya adalah Basen yang berada di sisi timur utara Masjid Gedhe Mataram.

Selain dikenal dengan hasil kerajinannya, terdapat pula bangunan-bangunan historis seperti halnya kampung Prenggan dan Kampung Purbayan. Bangunan tersebut berdiri di sisi jalan menuju Basen.

Arsitektur Jawa-Belanda dapat dilihat pada rumah-rumah warga dan toko-toko yang ada di sepanjang jalan Kampung Wisata Basen.

Jika hanya sekedar masuk untuk berkeliling dan foto-foto tidak dipungut biaya retribusi. Tapi, bagi pengunjung yang ingin menikmati paket wisata yang ditawarkan dapat melakukan reservasi satu hari sebelumnya melalui sekretariat kampung wisata.

Itulah deretan kampung wisata di Kotagede. Bisa menjadi tambahan destinasi wisata traveler saat melancong ke tempat-tempat wisata Yogyakarta nanti.

travel.detik.com