TAMAN PUTROE PHANG

TAMAN PUTROE PHANG

TAMAN PUTROE PHANG Sejak zaman pemerintah orde baru hingga era pemerintahan reformasi, upaya pemerintah untuk memugarkan cagar budaya peninggalan Sultan Aceh secara berkelanjutan terus dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pemugaran terhadap Gunongan, Pinto Khof dan sejumlah situs purbakala disekitar Kota Banda Aceh. Salah satu situs dimaksud adalah Taman Putro Phang, dalam naskah kuno Bustanussalatin disebutkan masih satu kawasan Daruddunia (Istana Sultan) berdekatan dengan Taman Ghairah (Gunongan).
Taman Putroe Phang dibangun di tepi kali (Krueng) Daroy, konon kabarnya diperuntukan bagi tempat pemandian permaisuri dan keluarga Sultan Aceh beberapa abad silam semasa Sultan Iskandar Tsani (1637-1641M). Nama Phang ditambalkan kepada taman tersebut tak lain adalah salah seorang permaisuri Sultan Aceh berasal dari Negeri Pahang Semenanjung Malaka yang ikut mengendalikan tata pemerintahan kerajaan Aceh beberapa abad silam.