Sultra Berencana Membangun Museum dan Patung Pahlawan Nasional

Sultra Berencana Membangun Museum dan Patung Pahlawan Nasional

Baubau – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berencana membangun museum dan patung Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi.

“Bersama Pemkot Baubau Patung itu nantinya akan dibangun dua buah, satu di Kendari dan satunya lagi di Baubau,” kata Gubernur Sultra, Ali Mazi dalam Webinar ‘Refleksi Setahun Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) sebagai Pahlawan Nasional’ ditulis, Minggu (9/8/2020).

Ali menyatakan, saat ini rancangan bangun dan bentuk geometri bangunan tersebut sedang dielaborasi secara intens demi mencapai keseimbangan nilai artistic dan fungsional yang memadai dan maksimal. Patung berbahan logam dan kokoh itu akan dianggarkan dalam anggaran perubahan tahun 2021.

“Sudah saya perintahkan untuk mencari arsitek yang memahami tentang bagaimana membuat patung yang terbuat dari Logam. Kita membuat patung tidak boleh patung yang setengah-setengah jangan sampai patungnya kerdil dan tidak dipahami masyarakat, kita bangun patung yang kokoh karena untuk kita kenang dan untuk anak cucu kita kedepan,” kata Ali.

Dijelaskan, selain patung, kedepan akan didirikan yayasan Oputa Yi Koo, yayasan ini nantinya tidak sekedar menjadi wadah untuk memanfaatkan dana regulasi dari pusat untuk revitaslisasi makam dan petilasan, tetapi juga diharapkan dapat bergerak lebih jauh untuk perbaikan/peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat lemah, dan revitalisasi sosial-budaya masyarakat.

Orang nomor satu di Sultra ini juga menambahkan, Pemprov Sultra juga akan melakukan pencetakan kembali buku perang Buton VS Kompeni Belanda 1752-1776 karya Prof. Susanto Zuhdi. Target awal yang ingin di capai adalah sejumlah 10.000 buah, dan saat ini telah tercetak sebanyak 5.000 buah.

“Kedepannya buku tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi rancangan kurikulum untuk pelajaran sejarah muatan lokal di tingkat Sekolah Dasar sampai menengah di Sultra,” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, akan dilakukan pembuatan film berkaitan dengan heroisme Oputa yi Koo. wujudnya bisa berbentuk film documenter atau kelas teater/bioskop. Atau dapat juga dalam bentuk lomba pembuatan video pendek yang disesuaikan dengan kebutuhan dan bakat generasi milenial.

Gubernur yang juga sebagai salah seorang turunan dari Pahlawan Nasional bergelar La Karambau itu meminta gambar/pigura Sultan Himayatuddin dapat dipajang di kantor-kantor pemerintahan dan dinas terkait di lingkup Pemprov Sultra.

“Kita sudah sebarkan di sekolah-sekolah untuk edukasi anak-anak kita.  Saya perintahkan Kadis Dikbud Sultra untuk terus memperbanyak. Masyarakat umumpun harus memiliki, karena ini adalah salah satu kebanggan kita. Sama halnya dengan pahlawan Nasional asal daerah lain di Indonesia,” terangnya.

Ditambahkan, untuk mengenang perjalanan geriliya sang pahlawan, juga direncanakan mengadakan napak tilas perjuangan Oputa yi Koo. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk event olahraga, lomba kreasi, dan revitalisasi budaya, dengan harapan masuk dalam rangkaian agenda pariwisata nasional.

Gubernur dua periode ini mengaku, setahun pasca ditetapkannya Sultan Himayatuddin sebagai pahlawan Nasional, daerah belum berbuat banyak untuk menindak lanjuti anugerah dari Presiden RI itu. Bahkan, ia mengakui, banyak agenda yang telah direncanakan harus tertunda dengan adanya pandemic Covid-19.

“Kita sudah agendakan ritual Santiago (ziarah kubur) dan haroa (sukuran) bersama Pemerintah dan masyarakat dengan mengenakan pakaian adat Buton yang dimulai dengan ritual pemberkatan oleh perangkat Masjid Agung Keraton Buton. Tapi ini belum terselenggara,” tandasnya.

rri.co.id/Image cnnindonesia.com