Selain Lirik Heritage City, Sawahlunto juga Incar Creative City

Selain Lirik Heritage City, Sawahlunto juga Incar Creative City

Melihat potensi yang ada, Kota Sawahlunto terus menjajaki pengakuan dunia international. Selain dalam proses pengajuan sebagai Heritage City ke UNESCO, pengakuan lain juga sedang dijajaki Kota Arang ini untuk mendapatkan pengakuan sebagai Creative City pada organisasi dunia bidang pendidikan, keilmuan dan kebudayaan ini.

Lahirnya kota kreatif ini tidak terlepas dari inisiatif UNESCO untuk membuat jaringan kota kreatif atau dikenal dengan Creative Cities Network UNESCO. Sebagai suatu jaringan international, kota kreatif ini memiliki misi mempresentasikan keragaman budaya dan pembangunan berkelanjutan. Sedangkan tujuannya adalah mengembangkan kerja sama international antara kota-kota yang menjadi anggotanya dan mendorong kemitraan pembangunan.

Untuk menjadi bagian dari Creative Cities Network UNESCO, kota kreatif yang diusulkan harus memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan melalui beberapa tema, yakni literatur, sinema, musik, seni dan kerajinan rakyat, desain, seni media dan gastronomi.

Untuk Kota Sawahlunto sendiri, dari sekian banyak tema yang diberikan, seni dan kerajianan rakyat dipandang paling tepat. Dimana sebuah kota kreatif mampu mendorong kreativitas melalui kerajinan dan seni rakyat, memiliki pengetahuan dan karakteristik yang unik, latarbelakang sejarah yang mencerminkan akar budaya dan penyelenggaraan yang menciptakan interaksi berkelanjutan antara kota dan warganya serta memenuhi syarat sesuai kriteria yang ditetapkan UNESCO.

Untuk kriteria Kota Kerajinan dan Seni Rakyat yang diajukan UNESCO dimana sebuah kota memiliki tradisi yang bertahan lama dalam bentuk kerajinan dan seni rakyat khusus. Tidak hanya itu, sebuah kota juga harus memiliki produksi kerajinan dan seni rakyat yang bersifat kontenporer, kehadiran pembuat kerajinan dan seni rakyat yang menonjol, adanya pusat-pusat pelatihan kerajinan dan seni rakyat (festival, pameran, pekan raya pasar) serta ketersediaan sarana dan prasarana yang terkait dengan kerajinan dan kesenian rakyat seperti museum, toko kerajinan, pameran, seni lokal.

Pada acara Sosialisasi Pengajuan Kota Kreatif ke UNESCO di Kota Sawahlunto (4/4), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto, Medi Iswandi, ST, MM, menyepakati tema usulan kota kreatif yang diusung Kota Sawahlunto adalah Kota Kerajinan dan Seni Rakyat. Usulan tersebut disepakai bersama dengan stakeholder yang ada seperti, pengerajin, pemerhati seni, sanggar, maupun instansi terkait (Bappeda, Perindagkop dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sendiri).

Medi mengatakan, dari sekian banyak tema yang diberikan oleh UNESCO, tema Seni dan Kerajinan Rakyat dipandang sangat tepat. Saat ini Sawahlunto kata Medi memiliki kriteria-kriteria yang diajukan UNESCO.

“Sawahlunto memiliki pusat kerajinan yang layak, memiliki keragaman budaya, seni tradisi serta beberapa museum sebagai pendukung persyaratan yang diminta UNESCO,” jelasnya.

Untuk pengajuan sendiri, saat ini Kota Sawahlunto sudah mencoba mengisi form pengajuan Kota Kreatif ke UNESCO. “Meski perlu perbaikan yang berarti, namun Kota Sawahlunto akan terus mencoba memperbaiki perbaikan-perbaikan form yang diberikan. Untuk mendapat pengakuan dari dunia international tentu tidak mudah, perlu proses dan aksi nyata,” tambah Medi.

Sementara konsultan pengembangan destinasi pariwisata yang menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pengajuan Kota Kreatif ke UNESCO, Prof. M. Yuwana mengatakan untuk syarat pengajuan diperlukan komitmen dari pelaku, akademisi, SKPD serta mengikuti jadual dan waktu yang diberikan.

“Banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengajuan ini, diantaranya harus adanya Perda takeline, huruf dan gambar. Disamping itu penggunaan kalimat dalam pengisian form yang simpel, fokus serta original,” tegas Yuwana.

Menyinggung kondisi Kota Sawahlunto sendiri, Yuwana  memberikan pandangan yang baik untuk diusulkan. Kota Sawahlunto katanya memiliki peluang yang baik dalam pengajuan sebagai Kota Kreatif. “Untuk itu perlu komitmen bersama serta buat tim untuk percepatan pengajuan,” tambahnya. (Adrial)