Rakor Anggota JKPI se-Bali

Rakor Anggota JKPI se-Bali
Bertempat di Ruang Rapat Bupati Gianyar diadakan Rapat Koordinasi anggota JKPI se-Bali. Rakor dibuka oleh Ketua Presedium JKPI yang juga Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata didampingi oleh Direktur Eksekutif JKPI Asfarinal St. Rumah Gadang. Selain wakil dari kabupaten Bangli, Karang Asem, Bulelelng dan Kota Denpasar juga didampingi oleh Tim Ahli Kabupaten Gianyar Prof. Widia dan Prof. Geria.
Pembahasan dalam Rakor di Gianyar adalah dukungan anggota JKPI se-Bali untuk Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI 2016) yang Akan diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tanggal 19-23 Oktober 2016. Karena Kota Pusaka menjadi salah satu fokus dari kegiatan ini selain dari Warisan Dunia Indonesia yang sudah diakui sebagai Warisan dunia (UNESCO) dan pendidikan kebudayaan. Untuk itu, Ketua Presedium meminta anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia untuk sepenuhnya mendukung kegiatan ini, apa lagi dibeberapa Kota/Kabupatenpun ada aset Situs Warisan Dunia, baik itu yang Alam dan budaya maupun tak benda.
Dalam Rakor, Ketua Presediumpun menginggatkan anggota JKPI se-Bali kalau dari Bali ada kontribusi untuk Warisan tersebut, yaitu Subak dengan Filosofi Tri Hita Karana dan Tari Tradisi Bali.
Asfarinal sendiri dipilih oleh Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama dengan Irawan Karseno yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta. Pada Rakor, Asfarinal menyampaikan bahwasanya dekorasi untuk kawasan pameran Akan dibuat dengan kuasa Bali, Hal ini tidak lepas dari Bali sebagai Daerah yang sangat mental Akan nilai-nilai budaya. Dan juga, tari Tradisi Bali juga menjadi penerima status Warisan Dunia tak Benda.
ā€ˇTerakhir, Ketua Presedium berharap, dengan adanya Pekan Produk Budaya Ini Akan mampu menjadi sarana paling efektif untuk membentingi Indonesia dari gempuran budaya luar. Oleh sebab itu, konsep dan peran Kurator harus benar-benar kuat. Sehingga pameran ini bisa menjadi representasi budaya Indonesia.