Pusaka Ternate, Pusaka Dunia (Jalan Panjang Menuju World Heritage City)

Pusaka Ternate, Pusaka Dunia (Jalan Panjang Menuju World Heritage City)

Ternate, Kerja keras dan impian Pemerintah kota Ternate beserta masyarakatnya semakin menampakkan keseriusan dan komitmennya dengan menggelar Workshop bertema: Kesiapan Ternate Menuju Kota Warisan Dunia (29/1).

Warisan sejarah masa lalu yang terpelihara baik saat ini menjadi sebuah kebanggaan seolah menghidupkan kembali peninggalan kolonialbangsa asing seperti Portugis dan Belandadi tengah aktivitasmasyarakat modern di kota yang dijuluki sebagai bandar jalur sutera ini. Keberadaan benteng Oranje menjadi daya tarik tersendiri sehinggamampuh menarikperhatian untuk berkunjung. “Waktunya kini untuk mensejahterakan masyarakat melalui tinggalan cagar budaya sehingga berdampak ekonomi bagi masyarakat luas,” demikian pernyataan Walikota Ternate saat menyampaikan sambutannya pada acara Workshop tentang Kesiapan Ternate Menuju Kota Warisan Dunia.

Wali Kota Ternate Dr. H. Burhan Abdurrahmanmengatakan,kota Ternate telah berupaya melakukanprogram revitalisasi danpenataan kawasan benteng Oranje sebagai upaya mengimplementasikan visi kota Ternate sebagai kota Budaya sekaligus sebagai wujud komitmen pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya.

“Ternate sejak dahulu kala merupakan kota Jasa, Kota yang memiliki potensi pariwisata sekaligus menjadi sektor unggulan dibidang perikanan, oleh karena itu sebagai kota pariwisata maka potensi kebudayaan memiliki nilai dan cita rasa yang memukau untuk diperkenalkan tidak saja ditingkat nasional melainkan juga global. Apalagi Ternate telah memiliki nama besarnya sejak zaman dahulu ketika era kolonialisme bangsa asing,” kata dia.

Sebagai upaya untuk mensukseskan Ternate sebagai salah satu kota Warisan Dunia, maka pihak penyelenggara Workshop turut menghadirkan UNESCO sebagai salah satu narasumber yang memaparkan tentang Prosedur Pengusulan Warisan Dunia. Kaori Kawakami & Elisa Sutanudjaya sebagai perwakilan UNESCO memaparkan secara gamblang tentang 10 kriteria kandungan nilai universal yang secara umum terdiri atas situs budaya dan alam. Menurut Kaori bahwa nilai universal tersebut merupakan kunci dari warisan dunia itu sendiri yang menjadi pedoman operasional dalam penetapan sebuah kota sebagai warisan dunia. Selain itu, Kaori juga menjelaskan tentang batasan waktu yang diperlukan serta jumlah negara yang tergabung dalam komite heritage yang memiliki kewenangan dalam menetapkan apakah sebuah usulan dokumen dapat diterima atau ditolak, lanjut Kaori.

Para peserta workshop terlihat serius dan optimis bahwa Ternate sesungguhnya siap menuju world heritage, Bapak Cristoper selaku Ketua Persatuan Hotel dan Restauran (PHRI) Maluku Utara menilai bahwa: “Kota Ternate layak sebagai salah satu warisan dunia karena memiliki nilai-nilai kebudayaan yang bersifat universal semenjak dahulu, karenanya diperlukan keseriusan dan kerjasama seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkannya,” kata dia seusai mendengarkan pemaparan dari perwakilan UNESCO tersebut.

Guna mensinergikan dukungan berbagai pihak sebagai tahapan awal untuk memenuhi kriteria UNESCO, Jaringan Kota Pusaka Indonesia Indonesia (JKPI) dan dukunganSubdit Kebijakan dan Strategi Perkotaan Dirjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta lintas menteri serta komunitas-komunitas heritage dan media massadianggap memiliki peran penting guna mendorong kearah percepatan pengusulan ke UNESCO tersebut.

Pada kesempatan ini juga Endra Atmawijaya, ST, MSc, DEA selaku Kepala Subdit Kebijakan dan Strategi Perkotaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyampaikan bahwa: “Saat ini, kota Ternate termasuk dalam 11 list kota pusaka Nusantara (Indonesia) maka, potensi tersebut menjadikan Ternate sebagai peluang untuk pengembangan program-program pembangunan secara berkelanjutan dimasa kini dan akan datang,” katanya.

“Meskipun terdapat banyak persyaratan kriteria yang ditetapkan namun hal demikian tidaklah menyurutkan pemerintah kota Ternate dan masyarakatnya untuk terus memperjuangkan menuju pengakuan UNESCO.” Pernyataan Moderator Rinto Taib, M.Si kala memandu sesi diskusi yang penuh antusias dari para peserta workshop tersebut. “Meskipun tidak dapat dipastikan atau ditargetkan tahun berapa impian tersebut akan terwujud namun kelihatannya antusiaisme dan dukungan masyarakat luas serta pemerintah kota Ternate diyakini mampuh mewujudkan Ternate sebagai salah satu World Heritage dimasa nanti dan hal demikian akan berdampak nyata begi kehidupan masyarakat lokal terutama dari segi sosial ekonominya.” Oleh karena itu, pemerintah kota Ternate diminta untuk segera menyiapkan dokumen pengusulan World Heritage,” Imbuhnya.

Sesi terakhir pemaparan narasumber Workshop tersebut, Dr. Syahril Muhammad selaku Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI-Maluku Utara), mengemukakan bahwa: “Sejarah Masa Lalu Ternate dengan Kesultanannya telah berperan layaknya sebagai sebuah “negara” yang memiliki pengaruh cukup kuat dalam politik ekonomi global dimasa itu. Kedatangan bangsa-bangsa asing seperti Arab, Cina, Portugis, Belanda hingga Jepang ke negeri ini mempresentasikan betapa pentingnya kota Ternate dimasa lalu hingga kini. Tantangannya adalah mampukah kita menjadikan setiap potensi nilai budaya, sejarah dan alam negeri ini sebagai warisan dunia? tentu jawabannya adalah bisa! yang diperlukan adalah keseriusan dan komitmen bersama untuk mewujudkannya.”

Secara kuantitatif (jumlah) maupun kualitatif (respon) dari workshop ini berjalan sukses. Ini ditandai dengan membludahnya jumlah peserta sekitar 300 (tiga ratus) orang dari berbagai kalangan serta animo dalam sesi tanya jawab yang penuh dinamika baik berupa pertayaan maupu pernyataan yang dilontarkan. Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Asfarinalmewakili Tim Perumus Workshop mengatakan, Kota Ternate saat ini perlu meningkatkan kerjasama dan kemitraan didalam negeri dan luar negeri dengan organisasi / lembaga pemerintah, non pemerintah, dan swasta (antara lain UNESCO, ICOM, ICCROM, ICOMOS, dll, Perlu pembentukan Tim Pengusul yang menyiapkan dokumen kesiapan menuju Ternate sebagai World Heritage City, selain itu juga diperlukan pula penerbitan media berupa buku, majalah, leaflet, dll, sebagai sarana sosialisasi, promosi dan publikasi kesiapan Ternate Menuju Kota Warisan Dunia,” tegasnya.

By. Rinto Taib