Potret Mesjid Raya Rawang, Ulama Minangkabau dan Ulama Rawang Kota Sungai Penuh Tahun 1350 H

Potret Mesjid Raya Rawang, Ulama Minangkabau dan Ulama Rawang Kota Sungai Penuh  Tahun 1350 H

( Potret ulama Minangkabau dan Rawang,dari kiri kekanan Buya A. Rahman Karim. Ustadz Minan (Balingka). Engku Lunak (arsitek Masjid Raya Rawang). Buya. H.M.Chatib. H.M.Daud (Balingka). Syech. H.A.Karim Amarullah (Inyiak). Syech Ibrahim Musa (Parabek). H.Idris Djamil (Mendapo Rawang). H.M.Syiddik (Bukittinggi). H.A. Samah (Bukittinggi). dan H. Ishak Rahman.)

Pada tahun 1873 di Bukittinggi  berdiri sekolah guru pertama yang amat bergengsi di luar Jawa, sekolah guru yang disebut Kweekschool dikenal dengan sebutan ”sekolah raja”.Sekolah itu  dikemudian hari banyak melahirkan tokoh tokoh penting  seperti Tan Malaka,A.H.Nasution,St.Takdir Ali Syahbana.

Pada tahun 1935 ada 3 putra alam Kerinci yang melanjutkan pendidikan di Normal School Padang, ketiga orang putra alam Kerinci yang menimba ilmu itu ialah Abdullah Ahmad, Abdur Rahman Dayah dan Adnan Thaib. Dalam kurun waktu yang sama  ada 3 orang putra alam Kerinci yang menuntut ilmu agama di Parabek-Padang Panjang yakni Adnan Arief, Marah Bustami dan Maklum, dan pada waktu itu juga terdapat 4 orang Putra alam Kerinci yang menimba ilmu di MULO Swasta, keempat orang itu adalah A.Thalib, A.Muis Ahmad, Abdul Aziz Usman dan M.Lepang Burhan..

Beberapa waktu (1tahun) mengikuti pendidikan Mulo di Padang, A.Thalib pindah ke MULO Batavia, dan tamat Mulo Thalib melanjutkan pendidikan sekolah lanjutan umum yaitu ”AMS” setingkat dengan SMA sekarang.Tamat MULO beliau melanjutkan pendidikan ke HIK (Holland Inlandsche Kweescholl) di Yokyakarta. Pada waktu yang sama tiga orang putra alam Kerinci juga melanjutkan pendidikan ke tanah Jawa, ketika orang itu ialah.A.Aziz Usman yang melanjutkan pendidikan ke Sekolah Ekonomi di Bandung, M. Lepang Burhan ke HIK Jakarta dan Zainal Abidin Murad  melanjutkan pendidikan ke  AMS Batavia

Pada paruh abad ke 20. beberapa orang wanita alam Kerinci sudah ada yang melanjutkan pendidikan ke Bukittinggi, Padang  (Sumatera Barat) diantara wanita wanita alam Kerinci yang melanjutkan pendidikan ke Sumatera Barat ialah Darwisah Kadir, Aida Rosnan, Ida Hayati, Hasnah.dll. Dan pada masa Kolonial di alam Kerinci juga memiliki sosok tokoh pendidikan dan pejuang wanita, diantaranya tercatat Halimah Sabri, Fatimah Umi Salamah, Fatimah Muis..dll.