Persiapan Cagar Budaya Hingga Bioskop Dibuka Lagi

Persiapan Cagar Budaya Hingga Bioskop Dibuka Lagi

Jakarta –  Cagar budaya hingga bioskop akhirnya dibuka kembali operasionalnya dalam masa tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19.

Demikian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri.

Dirjen Kebudayaaan, Kemendikbud, Hilmar Farid mengatakan dengan keluarnya SKB ini diharapkan kegiatan kesenian dapat kembali hidup di tengah pandemi.

Selain itu menurut Hilmar, SKB ini dapat menjadi pegangan yang sifatnya legal dengan dasar hukum jelas untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang terkait kebudayaan dan juga ekonomi kreatif secara khusus.

“Saya kira banyak yang menunggu, terutama para penyelenggara kegiatan-kegiatan produksi film dan juga tempat-tempat pertunjukan, bioskop, cagar budaya, museum,” kata Hilmar Farid dalam Video Conference, Selasa (07/07/2020).

Untuk selanjutnya, SKB ini akan diturunkan menjadi panduan teknis bagi penyelenggara sehingga daerah akan diberikan kewenangan dalam membuat panduan teknis kegiatannya masing-masing.

“SKB ini bisa diterjemahkan sendiri oleh masing-masing daerah, dalam membuat protokol di lapangan. Kewenangannya ada di kepala daerah,” ujar Hilmar.

Meski demikian, Hilmar menekankan bahwa daerah tidak melonggarkan protokol kesehatan yang ada di dalam SKB. Seperti kebijakan wajib menggunakan masker, sterilisasi tempat kegiatan, hingga pengecekan suhu tubuh pekerja dan pengunjung.

“Paling ideal jika panduan teknis Ini nanti untuk masing-masing lokasi menjadi pegangan menyusun SOP, dan prinsipnya kurang lebih begini, Bapak Ibu. Paling penting adalah pegangan dasarnya. Kita juga berpegang pada keputusan Menteri Kesehatan sebagai payung besarnya,” kata Hilmar.

Selanjutnya, pembukaan baru bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pemangku kepentingan terkait. Seperti Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan kepala daerah itu sendiri.

“Hal ini dilakukan agar ekonomi pelaku kesenian dan industri kreatif bisa pelan-pelan pulih,” ungkap Hilmar.

SKB tersebut pun disambut baik Ketua Koalisi Seni Indonesia, Kusen Alipah Hadi.

Ia menyatakan bahwa penyelenggara siap membuka kegiatan kesenian dengan protokol kesehatan ketat.

“Saya meyakini teman-teman di kesenian dan industri kreatif sebagai profesional akan membuat detail yang lebih kontekstual di daerahnya,” ujar Kusen.

rri.co.id/Image transriau.com