Pentas Budaya Malam Tawur Agung di Prambanan

Pentas Budaya Malam Tawur Agung di Prambanan

Pentas Budaya Malam Tawur Agung untuk menyambut Tahun Baru Saka 1940 siap diselenggarakan pada Jumat (16/3/2018). Seluruh rangkaian yang disebut ‘Pangrupukan’ ini dilaksanakan di Pelataran Selatan Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta.

“Pangrupukan adalah rangkaian dari Hari Raya Nyepi. Tujuannya adalah ruwatan (upacara pembebasan dari nasib buruk yang menimpa) Indonesia, disimbolkan obor dari “reregetan” ataupun kotoran yang ada di Indonesia baik yang tampak dan tidak nampak. Dalam hal ini disimbolkan oleh ogoh-ogoh,” kata koordinator lapangan Pentas Budaya Malam Tawur Agung, Supriadi saat dihubungi KompasTravel, Rabu (7/3/2018)

Supriadi juga mengatakan bahwa acara ini sekaligus menampilkan kebudayaan dalam agama Hindu kepada masyarakat umum.

“Kebudayaan Hindu seringkali dianggap terlalu sakral, padahal ada kebudayaan non ritual yang bisa dilihat oleh khalayak ramai,” kata Supriadi.

Acara Pentas Budaya Malam Tawur Agung dimulai pukul 17.00 WIB. Dengan rangkaian acara pengarakan ogoh-ogoh, penyalaan obor NKRI, tari kecak, dan tari kain nusantara.

Jangan lewatkan penampilan para musisi nusantara. Seperti penampilan seniman sasando dari NTT Rick Pingga, seniman sape dari Kalimantan Riansyah, dan seniman bundengan dari Wonosobo Suprii.

Puncak acara akan diselenggarakan pembakaran ogoh-ogoh. Momen ini diartikan sebagai pemusnahan nasib buruk yang ada Indonesia.

Bagi yang ingin menyaksikkan Pentas Budaya Malam Tawur Agung, dikenakan biaya untuk kelas Festival Rp 25.000, Silver Rp 50.000, dan Gold Rp 100.000. Penonton juga berkesempatan untuk mendapat camilan, goodie bag, kupon undian, obor, dan bermain ogoh.

travel.kompas.com/Image ogohogohjogja.blogspot.co.id