Pemkab Karangasem Rayakan Hari Jadi Kota Amlapura Secara Virtual

Pemkab Karangasem Rayakan Hari Jadi Kota Amlapura Secara Virtual

Karangasem – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem, Bali, merayakan Hari Jadi ke-380 Kota Amlapura tahun 2020 secara virtual di tengah Pandemi COVID-19, sehingga masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian acara dari rumah.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri sebagai pimpinan daerah mengharapkan momen tahunan ini dapat memberikan rasa optimistis kepada masyarakat. Tetap beraktivitas, tapi dengan mengikuti standar protokol kesehatan, menuju new normal sesuai arahan pemerintah pusat.

“Menuju new normal, aktivitas harus dijalankan dengan protokol kesehatan ketat mencegah transmisi lokal, jangan sampai muncul klaster baru penyebaran COVID-19,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima dari Humas Protokol SetdaKab Karangasem (23/6).

Di sela acara yang dipusatkan di Wantilan Nawa Satya (22/6), Bupati Mas Sumatri mengatakan, perayaan Hari Jadi Kota Amlapura kali ini benar-benar dalam suasana yang sangat sederhana. Namun, tidak mengurangi rasa khidmat dalam mensyukuri hari jadi tersebut. Saat ini, Pemerintah Kabupaten memilih fokus dalam penanganan dampak penularan COVID-19 di Kabupaten Karangasem.

Kendati digelar secara sederhana, Mas Sumatri mengajak semua masyarakat untuk memetik hikmah dari peringatan Hari Jadi Kota Amlapura. “Pertama kita memetik keteladanan dari para leluhur kita yang melahirkan Kota Amlapura dengan semangat kepeloporan dan kepemimpinan tanpa pamrih. Kedua, kita dapat belajar dari sejarah bersatunya raja dengan rakyat dalam memecahkan persoalan kemasyarakatan,” jelasnya.

Menurutnya, dua nilai positif dari hikmah itu sangat relevan digunakan dalam menuntaskan Wabah COVID-19 di Karangasem. Saat ini yang dibutuhkan adalah keteladanan dari seluruh elemen pimpinan masyarakat pada semua tingkatan dalam memimpin penanganan pandemi ini.

“Mereka yang memiliki kelebihan harta atau materi dapat berbagi materi dengan yang kekurangan. Mereka yang memiliki kelebihan kemampuan intelektual dapat memberikan usul saran kepada seluruh pemangku kebijakan. Sebagaian besar rakyat Karanagsem dapat berpartisipasi dengan tetap komitmen untuk taat pada standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” ucap Mas Sumatri.

Bupati Mas Sumatri mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten bersyukur atas kerja sama dengan rakyat Karangasem, sejauh ini dampak COVID-19 di Kabupaten Karangasem relatif paling rendah di seluruh Bali. Sesuai data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karangasem, pertanggal 21 Juni 2020 kasus positif COVID-19 di Karangasem hanya tersisa delapan orang yang saat ini sedang dalam perawatan.

“Angka ini paling rendah dari sembilan Kabupaten Kota di seluruh Bali,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Peringatan Hari Jadi Kota Amlapura, Pj Sekda I Gede Darmawa menerangkan tema peringatan Hari Jadi ke-380 Kota Amlapura diambil dari salah satu diantara “5 nilai The Spirit of Bali”.

“Jika pada tahun 2018 mengusung tema ‘Tri Hita Karana’, kemudian pada tahun 2019 mengusung tema ‘Menyama Beraya’, maka tersisa tiga nilai dari The Spirit of Bali yakni Desa kala Patra, Segara Gunung, dan Siwam Satyam Sundaram. Melihat situasi, maka tema kali ini disepakati “Segara Gunung”.

“Tema Segara Gunung ini kita maknai sebagai Poros Pensucian Bhuana Skala dan Niskala yang mana dunia saat ini sedang dilanda Pandemi COVID-19,” katanya.

Gede Darmawa mengharapkan momen yang baik ini menjadi titik balik kebangkitan umat manusia. Dengan mengambil tema Segara Gunung , diharapkan Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi) senantiasa memberikan perlindungan bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Karangasem agar terhindar dari Pandemi COVID-19.

Sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Karangasem, Gede Darmawa juga menjelaskan Pemkab Karangasem telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam menghadapi pandemi COVID-19, di antaranya karantina PMI, bekerjasama dengan PHRI Karangasem untuk penyediaan tempat karantina. Data sampai dengan tanggal 21 Juni 2020, jumlah PMI yang sudah dikarantina sebanyak 924 orang.

Pemkab Karangasem melalui Perkada III juga telah memberikan sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS), kepada masyarakat Karangasem terdampak COVID-19. Selanjuntya, penanganan kesehatan dengan melengkapi fasilitas kesehatan, melakukan tracking untuk mencari riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19. Hingga melaksanakan kebijakan pengaturan pasar, penanganan pada Area Publik, dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan dan dikeluarkannya instruksi Bupati terkait percepatan realokasi anggaran untuk penanganan COVID-19.
ANTARA