Pementasan Seni Tradisi Banjar “Kita Bacangkal Maharagu Seni Tradisi Banua”

Pementasan Seni Tradisi Banjar “Kita Bacangkal Maharagu Seni Tradisi Banua”

Pementasan Bapandung  (Abdul Syukur–Ketika Cinta Belum Bertasbih) dan Japin Carita (Pambakal Ibad–Sutradara Mukhlis Maman) sebagai suguhan acara Milad ke-47 (20 Desember) Sanggar Seni Tradisi (SST) Teater Banjarmasin sekaligus Pengukuhan Pengurus Periode 2016–2021, yang mengangkat tema “Kita Bacangkal Maharagu Seni Tradisi Banua” yang digelar di Taman Budaya Banjarmasin mendapat apreasi ratusan penonton.

Menurut Yulian Manan salah seorang pengunjung Pentas Seni dan hiburan yang telah ditampilkan menjadi penanda bahwa seni tradisi di Kalimantan Selatan masih bagian yang dekat dan tetap berkembang di hati masyarakat. Gemuruh dan tepuk tangan para penonton menambah semarak pementasan seni tradisional di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan.

“Itu menunjukkan,bahwa Seni Tradisi atau Tradisional masih mendapat tempat di hati masyarakat Kalimantan Selatan,” jelasnya, Senin (2/1/2017).

Selanjutnya Pengamat Kesenian dan Kebudayaan Kalimantan Selatan HE Benyamine mengatakan SST Teater Banjarmasin yang digagas Bachtiar Sidarta (Maestro Mamanda) dan kawan-kawan bergerak dalam pelestarian seni tradisi Kalimantan Selatan sangat baik bagi perkembangan dunia seni didaerah khususnya kesenian tradisional. Sebab melalui pementasan yang digelar semakin memantapkan langkah untuk melestarikan budaya yang ada di Kalsel.

“Seni tradisi–terutama Mamanda,Japin Carita, Bakisah dan Bapandung yang dipentaskan para seniman dengab piawai,” jelasnya.

Sementara kepala Taman Budaya Kalimantan Selatan sangat mengapresiasi perjalanan SST Teater Banjarmasin dalam kurun waktu 47 tahun dan berharap untuk dapat terus menyesuaikan dengan era globalisasi dan tak ketinggalan dalam perkembangan Iptek tanpa melupakan tradisinya.

Sedangkan ketua Dewan Pembina, M. Taha, mengingatkan untuk lebih mempelajari seni tradisi sehingga tetap menarik dan otentik.
Sedangkan Kepala Disbudparpora Provinsi Kalimantan Selatan, yang diwakili Kabid Kebudayaan dan Seni, Drs. Mudjiat menyatakan rasa bangga dengan Teater Banjarmasin karena selama ini menjadi barometer Mamanda dan seni tradisi lainnya di daerah ini.

rri.co.id