Pembongkaraan Kawasan Benteng Oranje

Pembongkaraan Kawasan  Benteng Oranje

Menjelang di laksanakannya penataan kawasan benteng Oranje tahap kedua oleh Kementrian PU dan Pera. Pemerintah Kota Ternate berinisiatf melakukan pembongkaran bangunan-bangunan semi permanen yang ada disekitar sisi selatan dari Benteng Oranje.

Inisiatif pemda yang juga menyertakan pelibatan stakholder lain diluar instansi Pemko Ternate untuk pembongkaran ini di nilai sangat strategis, karena lokasi ini dipakai sebagai tempat hunian dan perdagang yang sudah berpuluh tahun. oleh sebab itu, sebelum melakukan pembongkaran, pasukan Gegana Provinsi Maluku Utara menyisir kawasat tersebut. hal ini dilakukan menghindari adanya sisa-sisa amunisi atau bahan yang mudah meledak peninggalan masa lalu. Selain itu, ketua pelaksana pembersihan ini Plt. Kepala Pasar Nuryadin R menyertakan dinas-dinas dan instansi dari Pemko Ternate, terlihat Dinas Kebersihan, Satpol PP, TNI Pemadam Kebakaran dll.

Pembongkaran yang memakan waktu 3 hari ini mendapat respon positif dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Direktur Eksekutif JKPI Asfarinal hadir di lokasi dan beliau memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota Ternateterhadap kondisi dilapangan . Dilokasi tidak ada gejolak atau respon negatif, sebuah pembelajaran yang positif bagi kota-kota lain daam menyikapi penataan kawasan-kawasan pusaka, terutama situs-situs atau benteng-benteng yang selama ini didiami oleh masyarakat atau pedagang maupun instansi pemerintah. Apresiasi juga diberikan untuk Walikota Ternate Dr. Burhan Abdurahman yang mampu merelokasi polisi maupun tentara dari dalam benteng. Sehingga pelaksanaan benteng dapat berjalan sesuai rencana.

Sumber : NN