Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Diusulkan Jadi Agenda Pariwisata Nasional

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Diusulkan Jadi Agenda Pariwisata Nasional

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek yang akan digelar untuk tahun ke sebelas, diusulkan menjadi agenda pariwisata nasional ke Kementerian Pariwisata.

“Kegiatan ini sudah memenuhi syarat untuk masuk dalam agenda pariwisata nasional. Harapannya, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) masuk sebagai agenda nasional pada 2017,” kata Kepala Seksi Objek Daerah Tujuan Wisata Dinas Pariwisata DIY Wardoyo di Yogyakarta, Senin.

Hingga saat ini, ada delapan daerah yang memiliki agenda perayaan Tahun Baru Imlek yang sudah tercatat dalam agenda pariwisata nasional yaitu Singkawang yang memiliki agenda perayaan Imlek terbesar di Indonesia.

Selain itu, yakni di Jakarta, Bogor, Semarang, Solo, Kepulauan Karimun, Pematang Siantar dan Banda Aceh.

Menurut dia, masuknya PBTY dalam agenda pariwisata nasional akan mendongkrak kunjungan wisata ke Yogyakarta, selain memperkuat akulturasi budaya di masyarakat.

PBTY XI pada 2016 akan digelar selama lima hari seperti penyelenggaraan selama satu dekade sebelumnya. Pada tahun ini, PBTY tetap digelar di Kampung Ketandan pada 18-22 Februari.

Sejumlah kegiatan yang sudah disiapkan panitia dalam penyelenggaraan yang bertepatan dengan Tahun Monyet Api di antaranya adalah pertunjukan tarian tradisional, musik, lomba Bahasa Mandarin, lomba foto, dan lomba karaoke lagu Mandarin.

“Tidak seperti perayaan Imlek di daerah lain yang hanya digelar satu hari, maka PBTY digelar selama lima hari. Ini yang menjadi keunikan penyelenggaraan kegiatan,” kata Ketua PBTY XI Tri Kirana Muslidatun.

Sejumlah upaya yang dilakukan panitia untuk menarik sebanyak-banyaknya wisatawan atau pengunjung ke arena PBTY di antaranya dengan memasang leaflet dan selebaran ke hotel-hotel yang ada di Kota Yogyakarta.

“Selain berbagai lomba, akan ada arena kuliner di Ketandan. Selama acara berlangsung, Jalan Ketandan tertutup untuk kendaraan dan sepenuhnya digunakan untuk berbagai kegiatan PBTY,” katanya yang menyebut tema tahun ini adalah meningkatkan budaya kebersamaan.

Puncak kegiatan PBTY akan diisi dengan karnaval budaya dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju Alun-Alun Utara Yogyakarta pada Minggu (21/2) malam. Di dalam karnaval tersebut akan ditampilkan 15 liong dari kelompok pilihan.

“Akan ditampilkan juga liong terpanjang di Indonesia dengan panjang 169,5 meter yang akan diangkat oleh sekitar 250 orang,” katanya.

antaranews.com/Image metrotvnews.com