Pagelaran Tari Bosu di Festival Budaya Tua Buton

Pagelaran Tari Bosu di Festival Budaya Tua Buton

Festival Budaya Tua Buton 2015 di Buton di Sulawesi Tenggara. Acaranya digelar pada 19-25 Agustus 2015 di Lapangan Banabungi, Kabupaten Buton. Festival ini dihelat dalam menyambut Sail Indonesia yang melintasi Teluk Pasarwajo. Selain itu, juga dalam rangka menyambut HUT RI ke-70.

Festival Budaya Tua Buton 2015 diisi dengan serangkaian acara seperti resepsi posuo, yaitu pingitan massal sekita 450 orang. Selain itu, ada juga Ritual pakande kandea, yaitu makan bersama secara adat dengan menghadirkan 2.000 talang (nampan untuk menaruh makanan khas Buton). Dalam satu talang, ada beragam jenis makanan mulai dari nasi ketan, telur, ikan, hingga kue-kue ringan dan buah-buahan. Masyarakat dapat bebas memakan makanan yang disajikan di atas talang.

Acara mendukung lainnya pada 24 Agusts ada pedole-dole, yaitu imunisasi 1.000 bayi. Pedhole-dhole adalah imunisasi tradisional untuk anak-anak Buton. Anak yang mengikuti Pedhole-dhole akan diguling-gulingkan di atas daun pisang yang dilumuri minyak kelapa. Ritual ini bahkan pernah meraih rekor oleh MURI dengan jumlah 1.446 anak.

Festival Budaya Tua Buton 2015 dari tahun ke tahu rutin menampilkan pergelaran tarian kolosal bantena butuni (tari Boshu) dengan melibatkan 20.000 penari. Tarian kolosal Boshu tersebut kaya makna yang melambangkan semangat persatuan warga Sulawesi Tenggara.

Tari kolosal Bentena Butuni, gerak dasarnya terinspirasi dari gerak Bhosu, karya almarhum La Ode Umuri Bolu. Dalam tari Boshu ada Mia Patamiana (empat orang), yang punya pandangan berbeda tetapi tetap satu tujuan. Keempat orang itu, yakni Si Panjonga, Si Jawangkati, Si Malui, dan Si Tamananjo. Mereka kemudian membangun Kerajaan Buton yang kemudian berubah menjadi negara Islam (Kesultanan Buton).

Festival Budaya Tua Buton digelar untuk mempromosikan kebudayaan Buton sekaligus mempromosikan daya tarik dan tujuan wisata di kabupaten ini. Sebelumnya, Pulau Buton sebenarnya lebih dikenal sebagai lalu lintas perdagangan laut serta produksi aspal alamnya. Di pulau ini menyimpan keindahan dan daya tarik pariwisata berupa pantai-pantai indah, adat istiadat, wisata pegunungan, kuliner dan lainnya. Beberapa tujuan wisata yang sering dikunjungi wisatawan adalah: PantaiNirwani, Air Terjun Tirta Rimba,Benteng Keraton Buton, Pantai Lakeba, dan Air Terjun Samparona.

Untuk menuju Pulau Buton, penerbangan tersedia dari berbagai kota ke Kendari. Anda dapat dicapai Buton sebelum mengunjungi Wakatobi. Dari Kendari ataupun Makassar dapat menggunakan kapal PELNI. Perjalanan dari Kendari biasanya akan menghabiskan waktu tempuh sekitar 5 jam, sementara dari Makassar waktu perjalanannya adalah 13 jam.

indonesia.travel