Objek Wisata di Baubau Masih Batasi Pengunjung

Baubau – Seluruh tempat wisata dikelola penuh Pemerintah Daerah Baubau dipastikan menerapkan protokol kesehatan dan dibatasi jumlah pengunjung.

Hal ini sebagai komitmen dan tindak lanjut Peraturan Wali Kota Baubau Nomor 35 Tahun 2020 terkait percepatan penanggulangan corona virus disease (Covid-19) di Kota Baubau.

“Spot wisata yang menjadi objek vital wisata daerah seperti di wisata pinus Samparona dan Batu Sori telah diterapkan aturan pembatasan pengunjung, wajib masker, dan dilakukan pengukuran suhu tubuh,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Arham dalam keterangannya.

Ali menyatakan, aturan itu akan dijalankan dan diawasi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai perpanjangan tangan Dinas Pariwisata.

Namun untuk di Pantai Nirwana, Ali mengaku, kesulitan untuk menerapkan peraturan tersebut sebab lokasi wisata itu adalah milik masyarakat setempat.

“Kita akan kembali sosialisasikan. Pengunjung di Nirwana agak susah dikendalikan karena kawasannya bukan milik pemerintah. Namun untuk pengendaliannya kita tetap sosialisasikan kepada pengelola,” tambahnya.

Demikian halnya, lanjut Ali, dengan beberapa tempat wisata buatan yang dikelola secara pribadi, seperti Kelapa Gading, Bali Blessing, dan lainnya.

“Itu menjadi kebijakan pribadi pemilik usaha karena kita tidak bisa masuk lebih jauh. Tapi yang pasti kita tetap memberikan arahan pengunjungnya dibatasi, wajib masker dan protokol kesehatan lainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Karena itu, Ali mengharapkan, di tengah situasi pandemic Covid yang tidak menentu seperti saat ini, walaupun sejumlah tempat wisata alam tetap terbuka, namun diperlukan kesadaran dari tiap wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Bagi yang merasa kurang enak badan dan bergejala akan lebih baik beristrahat di rumah ketimbang berwisata,” pungkasnya.

rri.co.id