Museum Bubakan Semarang Bakal Dikonsep Jadi Museum Imersif

Museum Bubakan Semarang Bakal Dikonsep Jadi Museum Imersif

Tahun ini, Kota Semarang, Jawa Tengah bakal memiliki museum sejarah dengan mengusung konsep imersif.

Imersif merupakan sebuh konsep teknologi yang mulai diterapkan pada sejumlah museum di berbagai negara, untuk merangsang minat pengunjung.

Konsep tersebut mengaburkan dunia digital dengan dunia nyata, sehingga pengunjung bisa mendapatkan pengalaman baru.

Saat ini, pengerjaan museum tersebut masih dalam tahap penyiapan sejumlah teknologi yang akan diaplikasikan.

Nantinya, museum yang dibangun di bundaran Bubakan, Kota Semarang itu akan membuat pengunjung layaknya berada di suasana Semarang tempo dulu.

Sejarah Kota Semarang

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan konsep utama museum di bundaran Bubakan yakni mengenai sejarah Kota Semarang.

Museum tersebut menyajikan pembelajaran sejarah dengan metode yang menarik sehingga pengunjung dapat merasakan ambience atau kondisi Semarang tempo dulu.

“Kita seolah-olah berada di masa lalu, masuk lorong waktu, menikmati kondisi saat itu. Misal, suasana di Kali Semarang.

Pengunjung seolah berada di sana menikmati aktivitas perdagangan di sana. Kemudian, berkeliling Kota Lama. Jadi, bercerita narasi Kota Semarang tapi dikemas lebih menarik,” jelas Iin.

Pihaknya juga masih menggodok terkait set ruang museum sembari menggali narasi yang kuat tentang sejarah Kota Semarang.

Untuk itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan Balai Arkeologi Yogyakarta, guna menggali narasi yang kuat.

Manajemen lalu lintas dan parkir

Selain itu, persiapan manajemen lalu lintas sekitar museum juga menjadi perhatian, mengingat Museum Bubakan berada tepat di bundaran.

Sebab, jika tidak ada rekayasa lalu lintas tentu dapat menimbulkan kemacetan. Selanjutnya, tersedianya lahan parkir juga menjadi salah satu hal yang dipikirkan sebelum museum tersebut dibuka untuk umum.

“Tempat parkir sudah ada pembicaraan tapi perlu finalisasi. Akses ke museum juga kami pikirkan. Nanti ada satu ruas jalan yang dibuat taman dari tempat parkir menuju museum,” bebernya.

Rampung Agustus 2021, jadi destinasi wisata baru

Museum tersebut ditargetkan bisa dinikmati masyarakat pada pertengahan tahun 2021. Pihaknya berharap kehadiran museum dapat menambah destinasi baru di kawasan Kota Lama Semarang.

“Target kami Agustus sudah bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya. Gambaran terkait museum imersif yang akan dikembangkan di Kota Semarang sendiri juga diunggah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di akun instagram resminya yakni @HendrarPrihadi.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini mengatakan museum tersebut akan menggunakan bangunan yang telah didirikan oleh Kementerian PUPR di bundaran Bubakan, Kota Semarang.

“Untuk fisik bangunannya oleh Kementeri PUPR, sedangakan dari Disbudpar yang nanti akan mendesain dalam museumnya,” terangnya.

“Saat ini ada dalam tahap penyempurnaan konsep pengaplikasian tekhnologi, semoga prosesnya lancar,” imbuhnya.

semarang.kompas.com