Menteri Arief Yahya “Kota Kreatif Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi”

Menteri Arief Yahya “Kota Kreatif Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi”

Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung penyelenggaraan Indonesia Creative Conference (ICCC) yang akan digelar di Solo, pada 22-25 Oktober 2015 mendatang. “Gagasan dan inisiatif untuk mengembangkan kota kreatif terbukti menjadi salah satu daya pikat pariwisata serta penggerak perputaran ekonomi,” ujar Arief Yahya.

Menteri Arief mengatakan, daya tarik wisata di Indonesia tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Hampir setiap kabupaten dan kota memiliki ciri khas wisata sendiri. “Apabila dikembangkan, hasilnya akan sangat menarik,” kata Arief saat jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2015.

Acara ini bertujuan menghubungkan kota dan kabupaten untuk berbagi pengalaman, pengembangan budaya, sosial dan ekonomi. “Seluruh kota di Indonesia memiliki daya tarik bagi wisatawan apabila dikembangkan ciri khas yang menarik dari kota tersebut,” kata dia.

Menteri Arief menjelaskan, konsep kota kreatif merupakan tindak lanjut gagasan lima kota, di antaranya Solo, Yogyakarta, Denpasar, Pekalongan, dan Bandung. Kota-kota itu didorong menjadi kota kreatif yang digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif pada 2012 silam.

Ketua Penyelenggara Indonesia Creative Conference Irfan Sutikno mengatakan dalam pelaksanaannya ICCC akan diikuti oleh 60 Kota Kreatif yang tersebar di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Jaringan Kota Pusaka Indonesia.

“Dalam konferensi itu nanti kota-kota tersebut akan merumuskan 10 prinsip kota kreatif di Indonesia,” kata dia.

Indonesia Creative Cities Conference ini pertama kali dilaksanakan. Diharapkan menjadi menjadi awal terbentuknya jaringan kota kreatif di Indonesia. Targetnya, jaringan tersebut bisa bersinergi dalam bentuk penguatan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia.

travel.tempo.co