Menjelajah Uniknya Masjid Saka Tunggal Banyumas

Menjelajah Uniknya Masjid Saka Tunggal Banyumas

Masjid ini hanya memiliki satu soko guru di ruang utama, dengan ukiran atap yang indah serta masih terjaga keaslian lantai merah. Balai masjid juga unik karena memiliki bentuk heksagonal, dengan lima tiang penyangga berbentuk segi lima yang jarang di temui di masjid lain.

Banyumas –  Perkembangan sejarah islam di wilayah kabupaten banyumas tidak terpisahkan dengan bangunan masjid yang menjadi pusat transfer ilmu agama & ilmu pengetahuan serta menjadi tempat sarana untuk

bermusyawarah, menyelesaikan berbagai permasalahan sosial hingga menjadi benteng perlindungan. Kabupaten banyumas memiliki beberapa masjid yang unik dengan nilai histori serta bentuk bangunan itu sendiri.

Masjid yang bersejarah dan cukup di kenal di nusantara adalah Masjid Nur Sulaiman di kota lama banyumas, Masjid Saka Tunggal Cikakak yang sudah berumur cukup tua yaitu dibangun sekitar abad ke 15, masjid kaji watu yang terbuat dari satu batu raksaksa yang pernah saya tulis sebelumnya serta yang akan kita jelajah yaitu Masjid yang mempunyai saka tunggal di pekuncen kab. Banyumas jawa tengah.

Masjid saka Tunggal atau di sebut juga Masjid Darussalam terletak di Desa Pekuncen tepatnya di gerumbul Legok Kecamatan Pekuncen Banyumas. Legok sendiri berada di sebelah barat daya lereng gunung slamet. Dari pusat kota purwokerto ke barat arah ke bumiayu. Sedang dari pusat kota Ajibarang ke utara sekitar 5 KM yang dapat di tempuh dengan berbagai macam kendaraan.

Untuk menuju ke lokasi masjid Darusalam atau masjid saka tunggal legok tidak cukup sulit, karena lokasinya sangat mudah terjangkau oleh kendaraan. Jalur alternatif bisa melalui Cilongok arah curug cipendok, namun sebelumnya ambil arah belok kiri di desa karang tengah menuju ke pekuncen via desa tumiyang.

Keberadaan masjid ini terlihat sangat sederhana namun menyimpan nilai historis bagi perkembangan agama islam di banyumas barat. Komplek masjid juga digunakan sebagai Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Pekuncen banyumas. pelestarian tetap terjaga dengan tetap menjaga keaslian arsitektur bangunan.

Pertama kali melihat bangunan masjid yang di cat warna putih ini saya takjub, bangunan ini memang sangat unik. Dari balai (ruangan depan) masjid ini berbeda dengan masjid-masjid lain, yaitu bentuk heksagonal. Dengan berbentuk 5 sisi yang masing-masih terdapat tiang yang kokoh. Melambangkan dasar agama islam yaitu Rukun ISLAM yang 5 da Rukun Iman yang berjumlah 6.

Sebelum jauh kedalam mencoba untuk mengambil air wudhu di samping kanan masjid, terasa begitu dingin dan jelas jernihnya air untuk menyucikan diri. Terasa badan segar setelah mencoba membasuh air wudhu yang berasal dari mata air di legok pekuncen.

Tak sabar untuk melihat keindahan arsitektur di ruang utama masjid, setelah melewati balai yang unik maka akan di sambut tiang putih yang cukup besar dengan menyangga bangunan utama Masjid  Darussalam. Tiang atau soko guru terlihat kekar masuk kedalam tanah dan menyangga bangunan masjid tua yang keasliannya masih terjaga. Tidak terlihat begitu banyak ukiran ataupun kaligrafi namun terasa aura spirit begitu terasa di dalam masjid. Lantai dan mimbar masjdi Darussalam diduga masih asli sejak pertama kali masjid saka tunggal ini dibangun.

Pendirian masjid saka tunggal ini dapat diketahui melalui prasasti yang berbunyi : “wasurya 1846 pangadege Masjid 16-11-1913 Legog, kranggan Ajibarang Hijriah 1334 Yasa Dalem Kanjeng Bandara Hadi Mas Tumenggung Hadipati Cokroegoro ingkang jumeneng adipagi ing Nagari Purwokerto Banymas. Penghulu hakim Mohamad Hadirejo Purwokerto”. Prasasti yang terletak di dinding ruang depan masjid darusalam ini berbentuk huruf pegon berbahasa Jawa.

Seni arsitektur bangunan ini cukup unik yaitu dengan bentuk atap yang terdiri dari dua tingkat yang ditopang oleh saka tunggal. Berbeda dengan masjid-masjid lain pada masa dahulu yang berbentuk atap 3 atap atau lebih banyak (biasanya berbilangan ganjil). Masjid ini sudah beberapa kali dipugar oleh masyarakat sekitar dan balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah tapi tetap menjaga bangunan aslinya.

Menjelajah warisan leluhur banyumas akan selalu menyenangkan dan membuat rasa haus tentang ilmu pengetahuan. Dengan belajar mengenali sejarah akan menjadikan hidup ini lebih bermanfaat, yaitu mengkaji nilai-nilai historis dan hikmah dari setiap kejadian sebuah sejarah yang akan membentuk pribadi manusia agar lebih dewasa dan semakin bijak. Mari lestarikan warisan peninggalan leluhur nusantara.

sumber: wisata.kompasiana.com