Menariknya Budaya Tradisional Nusantara

Menariknya Budaya Tradisional Nusantara

Paviliun Indonesia pada World Expo Milan 2015 di Milan, Italia, pertengahan Agustus ini, kian menarik dengan kehadiran budaya tradisional Nusantara. Perkembangan ini memoles citra baik negeri ini di mata dunia setelah penampilan kita sempat mengecewakan pada awal pameran tersebut.

World Expo Milan (WEM) 2015 bertema ”Feeding the Planet, Energy for Life” berlangsung selama enam bulan, sejak 1 Mei hingga 31 Oktober 2015. Pameran umum ini diikuti 145 negara yang masing-masing menampilkan teknologi, inovasi, kreativitas, dan potensi pangan.

Paviliun Indonesia hadir dengan rancangan berbentuk bubu dan lumbung. Bubu merupakan alat tangkap ikan tradisional yang ramah lingkungan dan lestari, sedangkan lumbung sebagai penyimpanan pangan tradisional. Kita menampilkan berbagai bentuk rempah-rempah, seperti pala, lada hitam dan putih, jintan, kapulaga, ketumbar, dan cengkeh.

Kita juga menyuguhkan seni wayang yang mengisahkan asal-usul padi dalam kisah Dewi Sri. Potensi pangan kelautan ditampilkan secara modern lewat audio visual.

”Kita menampilkan berbagai jenis rempah yang dapat dilihat, diraba, dan dicium pengunjung,” kata Budiman Muhammad, Direktur Paviliun Indonesia dalam WEM 2015 dari Koperasi Pelestari Budaya Negara, Senin (17/8/2015), seperti dilaporkan wartawan Kompas, Nawa Tunggal, dari Milan, Italia.

Patung badak

Pameran juga menyajikan patung perunggu badak jawa bercula satu berbobot 500 kilogram. Karya ini akan diserahkan ke Museum Vatikan, Italia, seusai pameran. Dalam sejarahnya, pada 1516, Raja Portugal Manuel I mengirimkan badak Jawa untuk dipersembahkan kepada Paus Leo X di Vatikan. Namun, kapal pengangkut itu karam.

Penampilan Paviliun Indonesia di WEM 2015 sekaligus karya terakhir seniman Didi Widiatmoko (Didi Petet) sebagai Ketua Koperasi Pelestari Budaya Negara. Sebelum meninggal pada Mei 2015, almarhum sempat menggandeng sponsor dari swasta, seperti Artha Graha dan PT Indofood, untuk meneruskan pergelaran itu.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional pada Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak sebagai Komisaris Jenderal Paviliun Indonesia WEM 2015 mengatakan, semestinya pemerintah menjadi penyelenggara pameran ini. Namun, saat ini tidak ada alokasi anggaran untuk kegiatan itu.

kompas.com/image republika.co.id