Lomba Permainan Tradisional Gasing

Lomba Permainan Tradisional Gasing

Gasing atau bagasing sebutan dari masyarakat Kalimantan Timur terhadap permainan ketangkasan ini. Permainan Adu Gasing ini, menarik dilihat pada acara lomba adu gasing di kota Tenggarong Kutai Kartanegara. Permainan berdurasi 10 menit ini minimal dikuti dua pemain, tetapi dalam memperingati Erau Adat Kutai & Folk Art Festival tidak mengikuti aturan International tetapi kesepakatan  panitia lokal.

IMG_20160822_093043Permainan adu  Gasing di Erau Adat Kutai Festival ini dimainkan  antar kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Suasana serius diselingi celotehan serta gelak tawa melihat permainan tradisional yang terbuat dari media kayu yang berujung almunium atau besi. Setiap setelah beradu, pemain sibuk mengosok ujung Gasing, melihat keseriusan pemain mengosok, menjadi pemandangan yang unik. Apalagi kalau putaran gasingnya kalah dalam adu gasing, seolah-olah ujungnya yang bersalah.Permainan adu gasing ini menamakan yang menang dengan sebutan raja, sedangkan yang kalah  disebut ulun atau pembantu. Adu gasing silih berganti, pemain pertama memainkan gasing dan pemain kedua mengadu gasing, pemenang adalah yang lama putaran gasingnya. Pemenang yang gasingnya paling lama langsung diadu lagi  oleh pemain ketiga. Pemain terlama Inilah yang dapat julukan raja. Permainan berulang seperti sebelumnya, pemenang atau raja ditentukan setelah 10 menit permaianan.IMG_20160822_093005

‎Permainan Gasing yang ada dihampir semua daerah di Indonesia, tetapi bermacam ragam penyebutan. Ditanah Jawa masyarakat menyebut Gangsingan, Pathon,kekehan atau Panggal. Sedangkan masyarakat di Lampung menyebut Pukang bagi permainan tradisional yang hampir mayoritas masyarakat Indonesia mengangap permainan Tradisional ini permainan masyarakat Melayu.

Kedepan, permainan ini Akan semakin menarik bilamana dikelola dengan kemasan yang lebih menarik. Apalagi ditambahkan dengan atraksi atau demo permainan gasing yang ditambahkan unsur entertainment. Kita bisa Belajar negara-negara tetagga yang sudah mampu membual permainan Tradisional, Bahkan permainan tradisional menjadi komoditi parawisata.