Kota Tua Jakarta Kunjungan Pertama Menteri Pariwisata Indonesia

Kota Tua Jakarta Kunjungan Pertama Menteri Pariwisata Indonesia

Kota Tua Jakarta menjadi pilihan kunjungan pertama Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya. Ia menuturkan kunjungannya kali ini adalah agenda pertama yang telah ia rencanakan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan kunjungan ke Kota Tua Jakarta. Tujuan pertamanya adalah gedung Kantor pos.

Kunjungan Menteri Pariwisata ini disambut hangat oleh segenap Dinas Pariwisata Pemprov DKI Jakarta dan jajaran dari Jakarta Old Town Revitalization Corp. (JOTRC). Arief tampak antusias dengan master plan revitalisasi Kota Tua Jakarta.

“Saya tanya untuk agenda kunjungan pertama. Menurut teman-teman ahli, Kota Tua (Jakarta) dianggap yang paling siap untuk dikunjungi,” ungkap Arief saat ditemui di Kota Tua Jakarta.

Menurut Arief dari angka kunjungan wisatawan di Jakarta, Kota Tua Jakarta memang menjadi tempat yang paling banyak mendapat kunjungan wisatawan. Ketertarikan wisatawan yaitu didasari banyaknya museum dan juga pameran di kawasan ini.

Beberapa kali Arief mengatakan bahwa ia terkesan dengan master plan untuk merevitalisasi Kota Tua Jakarta. Arief juga sempat mengendarai sepeda ontel di kawasan ini. Ia membayangkan betapa kawasan ini pernah berjaya dan menjadi pusat perekonomian yang diperhitungkan dunia.

“Kota ini mati sejak tahun 1800an akibat penyakit malaria. Orang pindah ke menteng dan kawasan lain. Di Kota Tua Jakarta, gedung-gedung hancur tak terurus. Untuk itu, saat ini Kota Tua akan direvitalisasi. Kita akan menggunakan seni untuk mendatangkan banyak orang lagi ke sini,” ungkap Ketua Board Executive JOTRC Li Che Wei yang disambut anggukan Arief.

Ia menyebutkan ada lima aktivitas yang terdapat dalam rencana revitalisasi. Di antaranya, preservation, conservation, activation, renovation restoration, dan adaptative reuse. “Semoga nantinya Kota Tua Jakarta dapat mendatangkan banyak wisatawan kembali,” tambah Li Che Wei lagi.

“Saat ini, Kota Tua (Jakarta) sebagai pusat keramaian di Jakarta sudah sangat sempurna walaupun kalau diukur dari tingkat keramaian dan perputaran ekonomi kalah dengan Tanah Abang. Tetapi saya kira rencana besar yang terukur dan terstruktur di kawasan ini menjadikan kami optimis akan mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan,” tuturnya.

Sumber : Kompas.com