Kota Bukittinggi

kota-bukittinggiProvinsi Sumatera Barat

WALIKOTA : H. M Ramlan Nurmatias

WAKIL WALIKOTA : H Irwandi

Alat Musik : Saluang, Bansi, Talempong, Rabab, Gandang Tabuik

Pakaian : Baju Kurung, Tengkuluk Tanduk/Tengkuluk Ikek, Kain Balapak

Tempat, Benda, dan Bangunan : Rumah Gadang, Benteng Fort de Kock, Jembatan Limpapeh, Jam Gadang, Lembah Ngarai Sianok, Lubang Jepang

Masakan : Sambal Tokok Maco Baledang, Pisang Kapit, Nasi Kapau, Ampiang Dadiah, Bika, Katupek Kapau, Kerupuk Sanjai, Karak Kaliang, Lamang Tapai, Rendang, Sambal Uwok, Gulai Bukek, Pangek

Lagu : Ayam Den Lapeh, Badindin, Barek Solok

Seni Tradisional & Even Budaya : Tari Piring, Tari Payung

Senjata : Karih, Ruduih, Piarit

Sejarah:

Bukittinggi merupakan salah satu Kota di Indonesia yang dijadikan daerah peristirahatan oleh pemerintah Kolonial Belanda karena daerah ini memiliki alam yang indah dan iklim yang sejuk. Sejak berakhirnya perang Paderi yang ditandai dengan tertangkapnya Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1837, Kolonial Belanda mulai menata kota sedemikian rupa dengan mendirikan berbagai bangunan yang menunjang jalannya pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang mendiami Kota Bukittinggi.

Bukittinggi, yang lazim disebut kota jam gadang mempunyai rentang perjalanan sejarah yang panjang. Pada tahun 1925 Kapten Bauer mendirikan benteng diatas Bukit Jirek yang sekarang dikenal dengan benteng Fort de Kock. Sejarah kehidupan ketatanegaraan pemerintah daerah Kota Bukitttinggi sekarang telah di mulai sejak zaman penjajahan Belanda yaitu dengan dibentuknya Gemeente Fort De Kock. Pada zaman pendudukan Jepang kehidupan pemerintah daerah Bukittinggi tetap berlanjut dengan nama “Bukittinggi Shi Yaku Sho” yang wilayah pemerintahannya lebih luas dari wilayah penjajahan Belanda disamping mencakup Kurai Lima Jorong juga meliputi nagari-nagari Sianok, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu Taba, Bukit Batabuah.

Pada zaman perjuangan kemerdekaan RI, Bukittinggi berperan sebagai kota perjuangan dimana dari bulan Desember 1948 sampai bulan Juni 1949 Bukitttinggi ditunjuk sebagai ibukota RI setelah Yogyakarta jatuh hingga kemudian UU No.4 th. 1950 menetapkan Bukittinggi sebagai ibukota propinsi Sumatera Tengah yang meliputi Sumatera Barat, Jambi dan Riau, dan sebagai Kota Besar berdasarkan UU no.9 tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom Kota Besar dalam lingkungan Propinsi Sumatera Tengah.

Menilik sejarah permukiman masyarakat Minangkabau asli, kota Bukittinggi bermula dari suatu perkampungan awal di Jorong Tigo Baleh yang merupakan perintisan daerah baru yang dilakukan oleh para perintis yang berasal dari Pariaman, Padang Panjang yang kemudian berkembang menjadi nagari, yaitu Nagari Kurai. Pada tahap perkembangan berikutnya, terbentuk struktur ruang yang terdiri dari lima jorong, menunjuk kepada beberapa elemen ruang yang menjadi cikal bakal perkampungan awal yang dapat dikembangkan menjadi sebuah nagari, seperti permukiman penduduk, mesjid, balai adat dan pasar. Elemen-elemen permukiman ini pada perkembangan berikutnya akan menjadi elemen pembentuk ruang Nagari Kurai Lima Jorong, dimana masing-masing jorong dilihat dari perkembangan sosial budaya yang dapat disetarakan dengan nagari di wilayah lain di luar Kota Bukittinggi. Untuk aset pusaka, sebaran cagar budaya di Kota Bukittinggi secara mayoritas terletak di Kawasan Pusat Kota sehingga termasuk pada kawasan yang potensial dikembangkan karena memiliki banyak bangunan penting seperti Jam Gadang, Museum Bung Hatta, Benteng Fort De Kock, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Panorama Lama, pasar wisata, dan pasar tradisional dll.

Faximile : (0752) 32767


Heritage Kota Bukittinggi

Indahnya Pesona Jam Gadang di Malam Hari

Indahnya Pesona Jam Gadang di Malam Hari

Sejak bertahun-tahun silam, Jam Gadang dikenal sebagai ikon Kota Bukittinggi di Sumatera Barat. Lokasinya yang berada tepat di jantung Kota Bukittinggi, ‎membuat Jam Gadang menjadi magnet...

Pemko Bukittinggi Kembali Gelar Festival Multi Etnis

Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga, pada 7 hingga 9 Desember 2019 mendatang, kembali bakal menggelar festival multi etnis dalam rangka...

Pesona Wisata Bukittinggi Mulai Tersaingi

Pesona Wisata Bukittinggi Mulai Tersaingi

Bukittinggi, yang mencanangkan diri sebagai Kota Wisata sejak 11 Maret 1984, banyak berkembang. Sepuluh tahun pertama merupakan masa euforia. Segala bentuk pembangunan di bidang pariwisata,...

Makan Bajamba di Kota Bukittinggi Untuk Melestarikan Budaya Tradisional

Makan Bajamba di Kota Bukittinggi Untuk Melestarikan Budaya Tradisional

Ribuan peserta mengikuti prosesi makan bajamba yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bukittinggi di pelataran jam gadang, kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan hari jadi kota ke 232 itu...

Masjid Jamik Taluak, Masjid Tua di Bukittinggi

Masjid Jamik Taluak, Masjid Tua di Bukittinggi

Masjid Jamik Taluak adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Taluak IV Suku, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Letak masjid ini dekat dengan...

Peserta Mancanegara Bakal Ikuti Festival Multi Etnis di Bukittinggi

Bukittinggi – Memeriahkan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 235 tahun, Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Bukittinggi, akan melaksanakan Festival Multi Etnis. Event Internasional yang...

Lomba Sulam 1000 Kerudung dan Festival Kuliner di Hari Jadi Bukittinggi

Lomba Sulam 1000 Kerudung dan Festival Kuliner di Hari Jadi Bukittinggi

Bukittinggi – Lomba sulam 1000 kerudung dan festival kuliner khas Bukittinggi, menjadi awal kegiatan Bukittinggi Fiesta 2018, event yang diinisiasi oleh Dekranasda ini, merupakan...

Pemilihan Duta Wisata Bujang dan Gadih, Lestarikan Adat dan Budaya

Pemilihan Duta Wisata Bujang dan Gadih, Lestarikan Adat dan Budaya

Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), pada tahun 2019 ini kembali menggelar Pemilihan Duta Wisata Bujang dan Gadih...

Pemko Ubah Wajah Bukittinggi, Pengunjung Semakin Membludak

Bukittinggi – Jumlah kunjungan wisata ke Bukittinggi melonjak tajam terutama saat liburan akhir tahun kemarin, dan kondisinya terus terjadi hingga awal tahun 2020 ini. Melonjaknya...