KONGRES II SEKRETARIAT NASIONAL PERKERISAN INDONESIA (SNKI) ISI SURAKARTA, 12 -13 Nopember 2016

Keris Indonesia telah dikukuhkan oleh Badan Organisasi Dunia UNESCO sebagai Karya Adiluhung Warisan Kemanusiaan (The Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Piagam Proklamasi UNESCO tertanggal 25 Nopember 2005 pada waktu itu diserahkan langsung oleh Dirjen UNESCO, Mr. Koichiro Matsuura kepada Wakil Presiden RI, Bapak H. Jusuf Kala pada tanggal 6 Desember 2005 di Jakarta.

Penghargaan atas karya adi luhung nenek moyang bangsa Indonesia tersebut mampu menambah rasa percaya diri dan meningkatkan martabat dan kebanggaan bagi segenap putra-putri Bangsa Indonesia. Akan tetapi penghargaan tersebut menyiratkan pula suatu amanat dan tanggung jawab di atas pundak putra-putri bangsa Indonesia untuk terus melakukan kegiatan pelestarian, pengembangan dan pemasyarakatan agar citra Keris Indonesia terus berkembang di kalangan masyarakat luas, di dalam maupun luar negeri.

Maka oleh sebab itu, paguyuban-paguyuban pemerhati dan pencinta keris yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada tanggal 12 Maret 2006 telah berkumpul di Museum Benteng Vredeburg di Kota Yogyakarta serta bersepakat mendeklarasikan berdirinya suatu Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) sebagai wadah komunikasi dan kerjasama antar masyarakat perkerisan Indonesia, serta memperoleh dukungan sepenuhnya dari segenap jajaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (cq. Kemendikbud RI dan Kemenparekraf RI).

Sesuai dengan amanat Kongres, seluruh jajaran Pembina, Penasihat dan Pengurus SNKI dengan ini bertekad untuk membangun sinergi dan kerjasama yang efektif dan serasi antar berbagai komponen masyarakat Indonesia guna mengemban tugas dan tanggung jawab pelestarian, pengembangan dan pemasyarakatan Keris Indonesia sebagai aset budaya kebanggaan bangsa dan panduan etika dan hidup berbudi luhur.

Sesuai AD/ART, SNKI selalu melakukan regenerasi kepengurusan setiap 5 tahun sekali. Kongres Kedua SNKI kali ini dijadwalkan pada tanggal 12-13 Nopember 2016 di Gedung Sungging Prabangkara Kampus II Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Konggres SNKI ke II merupakan hasil kerjasama SNKI dengan ISI Surakarta. Kerjasama SNKI dengan ISI Surakarta tersebut dilatarbelakangi berbagai alasan yang antara lain: ISI Surakarta merupakan lembaga pendidikan formal yang menyelengarakan Program Studi “Keris dan Senjata Tradisional” sehingga iklim akademik yang dimiliki ISI Surakarta diharapkan dapat membangun pengembangan disiplin keilmuan keris guna menuju “Krisologi” atau keris sebagai ilmu pengetahuan, selain itu program-program ISI Surakarta dapat bersinergi dengan program SNKI.

Konggres SNKI ke II bertujuan untuk merumuskan kebijakan dan program strategis, pertanggungjawaban ketua umum periode 2011-2016 dan pemilihan ketua Umum SNKI yang nantinya ketua umum akan dapat membentuk kepengurusan SNKI periode 2016-2021.

Guna menjaring Ketua Umum SNKI maka dalam Kongres SNKI ke II ini membuka seluas-luasnya bagi keluarga besar SNKI yang berminat untuk mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum dipersilahkan untuk mendaftarkan diri.

Pendaftaran melalui pengisian formulir pendaftaran yang telah dikirimkan melalui tiap-tiap sanggar / paguyuban /

yayasan dll.  Selain itu formulir dapat diambil ke sekretariat SNKI formulir dapat diserahkan selambat-lambatnya pada saat registrasi penyelenggaraan SNKI ke II yaitu tanggal 12 Nopember 2016 di tempat penyelenggaraan kongres.

Untuk mempermudah akses dan informasi panitia akan/telah mengirimkan berupa:

  1. Undangan
  2. Formulir pendaftaran ketua umum SNKI periode 2016-2021
  3. Foto copy sertifikat keanggotaan SNKI sebagai bukti bahwa sanggar/paguyuban/yayasan dll sebagai anggota aktif dan diikat oleh hak dan kewajiban sesuai dengan AD/ART
  4. Rundown/Susunan Acara pelaksanaan kongres SNKI ke II

SNKI sebagai sebuah organisasi telah terus berkembang dimana dapat dilihat dari jumlah keanggotaan aktif SNKI. SNKI dilahirkan oleh 14 sanggar dan paguyuban keris se Indonesia dan dalam perkembangannya pada saat kongres SNKI pertama tercatat sebanyak perkembangan tersebut tampak semakin besar dimana saat ini tercatat sebanyak 126 Paguyuban di seluruh Nusantara.

Sebagai wujud penataan administrasi seluruh anggota SNKI tersebut telah diregistrasi melalui sertifikat keanggotaan. Sertifikat keanggotaan akan diserahkan pada saat kongres SNKI ke II.

Alamat Sekretariat SNKI di Gedung STR Lt.4, Jl. Ampera Raya No. 11, Jakarta 12550, Telpon: 021-7814169

press-release-kongres-ii-snki-final