Kerinci berpeluang menjadi Anggota Jaringan Anggota JKPI

Kerinci  berpeluang  menjadi Anggota  Jaringan  Anggota JKPI

Sungai Penuh> Kabupaten Kerinci memiliki peluang besar untuk menjadi Jaringan Kota Puaka Indonesia (JKPI) hal ini sangat di mungkinkan mengingat Kabupaten Kerinci memiliki   berbagai potensi Tanggible dan Intangible yang tersebar hingga kesetiap sudut dusun dalam wilayah Kabupaten Kerinci, dan Kabupaten Kerinci memiliki berbagai kearifan lokal yang masih dirawat oleh masyarakat adat di Alam Kerinci.

Bupati Kerinci DR.H.Adirozal,M.Si menyambut baik ide dan gagasan Budhi VJ Rio Temenggung   Direktur Lembaga Bina Potensia /Penerima Aniugerah Kebudayaan tingkat nasional, bahkan Bupati Kerinci DR.H.Adirozal,M.Si mmberi respon dan melalui Disposisinya minta agar Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kerinci untuk segera menindak lanjuti surat usulan yang disampaikan Direktur Lembaga Bina Potensia Aditya Mahatva Yodha Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Kepada Wartawan Media On Line, aktifis kemanusiaan dan Kebudayaan itu mengemukakan bahwa dari pihak Jaringan Kota Pusaka Indonesia ( JKPI) telah memberikan Lampu Hijau Kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk menjadikan anggota JKPI, dan secara pribadi beberapa waktu yang lalu saya telah menyampaikan hal ini secara lisan dan tertulis kepada Bupati Kerinci Bapak DR. H.Adirozal,M.Si, dan beliau telah memberikan respon positif dan telah instruksikan Kepala Dinas Porabudpar untuk segera menindak lanjuti.namun hingga saat ini belum ditindak lanjuti .

Tujuan yang ingin dicapai setelah Kabupaten Kerinci diterima sebagai anggota JKPI adalah agar bisa mendapatkan Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) melalui fasilitasi Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum, disamping program – program lainnya dari beberapa kementerian/lembaga yang berkaitan dengan Kota Pusaka.

Beberapa waktu yang lalu tanggal 20-22 Juni 2012 telah diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perserikatan Bangsa Bangsa , untuk pembangunan berkelanjutan di Rio De Jenario =Brazil ,dan hasil Konferensi tersebut telah termuat dalam dokumen“THE FUTURE WE WANT”.

Dalam Dokumen tersebut dinyatakan empat butir upaya pembagunan berkelanjutan,yaitu rencana tata Ruang kota perlu dilaksanakan melalui pendekatan Holistik, Perencanaan dan Pembangunan dengan pendekatan terpadu ,kebijakkan perencanaan tata ruang dan desaian kota yang berkelanjutan,dan kemitraan antar kota bersama masyarakatnya (Budhi.Vj)