Kemenpar Siap Berikan Pendampingan Pengembangan Wisata Daerah

Banjarmasin – Kementerian Pariwisata siap memberikan pendampingan untuk meningkatkan profesionalisme pengembangan wisata dan budaya daerah terutama saat melaksanakan festival dan lainnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris Makie di Banjarmasin Senin mengatakan, festival Pasar Terapung yang diselenggarakan setiap tahun, selalu mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata, terutama untuk promosi tentang digelarnya even tersebut.

Bahkan kini, festival Pasar Terapung, telah masuk dalam agenda wisata nasional yang wajib dilaksanakan setiap tahun secara konsisten.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultura Kementerian Pariwisata RI, Isti Rekoistuti yang hadir pada festival Pasar Terapung yang dilaksanakan pada 24-26 Agustus mengatakan, festival Pasar Terapung 2018, ini merupakan festival yang ke 11.

Artinya, ada konsistensi dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk melaksanakan festival ini secara terus menerus setiap tahunnya.

Menurut dia, keberlanjutan pelaksanaan festival tersebut, sangat penting, agar bisa masuk menjadi agenda wisata nasional.

Selain itu, tambah dia, yang tidak kalah penting adalah, selalu melakukan inovsi dan kreasi terutama dalam atraksi kegiatan.

“Saya dengar, dalam setiap tahunnya, atraksi dalam festival ini juga terus bertambah, begitu juga jumlah pengunjung, yang juga mengalami kenaikan 13 persen,” katanya.

Meningkatkan profesionalisme atraksi tersebut, tambah dia, Kemenpar siap memberikan pendampingan, selain promosi ke media, baik cetak, elektronik maupun sosial media.

Pendampingan tersebut, tambah dia, seperti saat melaksanakan karnaval, bagaimana agar kegiatan tersebut lebih menarik, sehingga banyak wisatawan yang menunggu acara tersebut.

Begitu juga dengan pendampingan, budaya apa yang diminati wisatawan untuk dikembangkan, sehingga bisa menjadi daya tarik kedatangan para wisatawan dalam setiap tahunnya, disamping kekayaan sumber daya alam lainnya.

Menurut Isti, keberagaman kegiatan selama festival juga sangat penting untuk terus dikembangkan, sehingga kegiatan tidak monoton.

Misalnya saja, tambah dia, dinas pariwisata bisa menggandeng dinas pertanian, untuk mengembangkan festival pertanian, atau dinas pemuda dan olahraga, serta dinas-dinas lainnya.

“Sehingga pada akhirnya, pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas pariwisata, tetapi seluruh pemangku kepentingan pemerintah, memiliki potensi untuk mendukung wisata daerah,” katanya.

Antaranews Kalsel/Image Gardanasional