Kebudayaan Ngihaik Pumoun

Masyarakat suku asli Kerinci secara turun temurun telah dikenal sebagai masyarakat adat yang memegang teguh semangat gotong royong,dalam berbagai kegiatan pembangunan di wilayah adat desa masing masing termasuk kegiatan turun kesawah acara kenduri dilaksanakan dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong.Dalam Proses Pembangunan sarana ibadah Masjid Agung di Kelurahan Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh,Pembangunan Masjid Keramat di Desa Pulau Tengah kecamatan Keliling Danau,Masjid Kuno di DesaLempur dan Lolo Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci, Pembuatan  Beduk (Tabuh) Larangan dan pembangunan pemukiman di laheik jajou dilaksanakan secara gotong royong.

Untuk bahan bangunan rumah berupa Tiang dilakukan secara gotong royong,bahan ramuan kayu diambil dari hutan adat dalam lingkungan wilayah adat desa yang bersangkutan,kebiasaan ini disebut acara ‘Ngihaik Pumoun

salah satu contoh kebudayaan Naheik Pumon dapat dilihat pada proses pembangunan masjid Kuno di Pondok Tinggi dan masjid Keramat di Pulau Tengah, pada masa itu masyarakat secara bersama sama melaksanakan gotong royong serentak dalam mencari dan menarik bahan kayu balok yang disebut Pumoun dari Hutan yang jaraknya sekitar 3 – 5 Km dari dusun.

Tradisi Ngihaik Pamoun sejak beberapa tahun terakhir jarang dilakukan masyarakat,terakhir 12/2-2012  kembali dilaksanakan oleh masyarakat adat di Desa Pendung Talang Genting Kecamatan  Danau Kerinci dua ribu lima ratus orang lebih masyarakat Desa Pendung Talang Genting dan sekitarya secara bersama sama melaksanakan acara budaya Naheik Pumon, Sebelum acara dimulai  Depati, tokoh tokoh  masyarakat, ,cerdik pandai alim ulama pemuda,anak jantan dan anak betino melaksanakan rapat adat dan menetapkan jadwal pelaksanaan dan mengundang  sejumlah tamu kehormatan yang terdiri dari Bupati/wakil Bupati Kerinci,Ketua DPRD Kerinci.