Kampung Warna-Warni di Kota Malang

Kampung Warna-Warni di Kota Malang

Dalam Kunjungan untuk memenuhi undangan menonton pertunjukan Malang Flower Carnaval, terdengar juga suara-suara yang mendiskusikan Kampung Warna-warni selama perjalanan menuju Kota Malang, walaupun surat kabar lokal menjadikan Malang Flower Carnaval menjadikan topik utama tetapi ulasan Kampung warna-warni tetap Tampil di halaman utama. Ini yang membuat rasa Penasaran seperti apa hebatnya kampung warna-warni ini.

Setelah seharian menikmati Seharian  Malang Flower Carnaval, tentu bila kita di kota Malang yang dingin ini mengugah selera makan. Banyak sekali pilihan kuliner di kota yang bersih ini. Makan bakso Malang Kota mampu Menghangatkan tubuh. Setelah puas menikmati bakso malang, mencari tempat minum kopi sambil menikmati alunan lagu menjadi pilihan.

Karena pesawat saya sore, waktunya mengentaskan rasa Penasaran melihat seperti apa kampung Warna-Warni yang katanya terinspirasi dari Pavela di Brasil atau perkampungan kumuh warna-warni yang sangat terkenal di Brasil. Ternyata kawasan kampung yang berada di pinggir Kali Brantas dan digapit oleh Rel kereta api sangat mudah ditemui. Kawasan ini ternyata tidak terlalu jauh dari kantor Balaikota.

Kampung yang terletak dikampung Jodipan ini bisa dilihat dari atas jembatan Jalan lintas menuju Blitar. Kita bisa memakirkan kendaraan dekat pasar barang bekas. Walaupun baru tiga RT yang di cat, tetapi Dampak dari pengecatan ini sangat memberi arti dari perubahan. Dahulunya kawasan kumuh dan membuat orang malas utk kesana, sekarang terjadi perubahan, banyak sekali wisatawan yang berfoto, baik di area kampung warna-warni Maupun dari atas jembatan dengan latarbelakang kampung warna-warni.

Dari ide sederhana beberapa mahasiswa KKN dari Kampus Muhamadiyah Malang (UMM) ini, ternyata membuat sebuah perubahan yang luar biasa. Kampung kumuh berubah menjadi daerah tujuan parawisata. Bak gayung bersambut, Abah Anton panggilan akrab Walikota Malang langsung menangkap peluang dan perubahan dari Kampung Warna-warni ini. Beliau langsung menetapkan kawasan ini sebagai destinasi dan melengkapi kebutuhan Akan kebutuhan Infrastruktur parawisata Tampa mengubah keadaan aslinya.