Kabupaten Merangin Kaya Potensi Wisata dan Budaya

Kabupaten  Merangin  Kaya Potensi Wisata dan Budaya

Kabupaten Merangin merupakan satu dari 11 Kabupaten/kota yang ada di propinsi Jambi,memiliki potensi pariwisata seni dan budaya yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan daerah daerah tujuan wisata di Propinsi Jambi. Kabupaten yang memiliki moto Bumi Tali Undang Tambang Teliti ini merupakan daerah tujuan wisata terbaik di propinsi Jambi setelah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Konon pada masa prasejarah dan masa sejarah Kabupaten Merangin merupakan satu kesatuan dengan budaya masyarakat Kerinci,daerah ini dulu disebut kerinci rendah. Peradaban dan kebudayaan Bumi Tali Undang Tambang Teliti memiliki kesamaan dengan bumi Sakti Alam Kerinci, pada masa lalu daerah ini merupakan bagian dari kebudayaan Proto Melayu atau melayu tua.

di kabupaten Merangin banyak terdapat tinggalan tingalan sejarah masa lampau .Di daerah ini terdapat Taman Bumi yang dikenal dengan istilah Geo Park. Salah satu contoh Geo Park yang ada disepanjang sungai batang Merangin adalah ditemukannya Fosil Florayang telah berumur jutaan tahun .Flora Jambi adalah salah satu situs geologi yang mengandung fosil flora yang sangat tua di Indonesia bahkan di asia tenggara,umur fosil flora jambi ini adalah Assilian (Perem awal) yakni berusia lebih 300 juta tahun.

Disamping itu dikabupaten Merangin banyak terdapat benda purbakala yang telah ada sejak zaman sebelum masehi, hingga saman sejarah berbagai peninggalan budaya tersebut berupa batu larung batu silindrik.batu bertulis karang berahi dan berbagai benda pusaka.

Seperti yang penulis sebutkan, di Kabupaten merangin banyak tersimpan Situs situs atau peninggalan budaya,situs situs tersebut adalah Situs Karang Berahi terletak di Dusun Batu Bersurat, Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi. Secara astronomis berada pada koordinat 02º03’16.22” LS dan 102º28’09.73” BT. Di situs ini ditemukan sebuah prasasti batu kemudian dikenal dengan nama Prasasti Karang Berahi. Prasasti ini bertuliskan aksara Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno, pertama kali ditemukan pada tahun 1904 oleh L. Berkhout, seorang kontrolir Belanda untuk daerah Bangko. Penemuan prasasti ini kemudian diteliti N.J. Krom, yang menyatakan Prasasti Karang Berahi merupakan salah satu prasasti yang dikeluarkan Kedatuan Sriwijaya. Krom juga membandingkan baik isi dan karakter huruf Prasasti Karang Berahi mirip dengan Prasasti Kotakapur (686 M) yang ditemukan di Pulau Bangka.

Masih terkait dengan Situs Karang Berahi, yaitu adanya temuan struktur bata di lahan bekas persawahan penduduk di barat desa sekitar 200 m dari Sungai Merangin. Struktur bata yang ditemukan memiliki denah empat persegi panjang dengan ukuran 5,26 x 1,96 m. Di bagian bawah bangunan terdapat 4 buah tempayan yang berisi butiran emas dan manik-manik kaca, temuan ini rupa-rupanya juga menjadi bukti tentang adanya sebuah aktivitas kehidupan pada masa lalu dan terkait erat dengan keberadaan prasasti tersebut

Di Kawasan Bumi Tali Undang Tambang Teliti Kabupaten Merangin banyak terdapat artefak artefak peninggalan masa megalithikum dan Neolitikum ,penyebaran artefak ini sebagian besar berada di daerah dataran tinggi Kecamatan Lembah Masurai, dikawasan ini terdapat batu silindrik Situs Batu Silindrik Nilo Dingin yang terletak di Desa Nilodingin, Kecamatan Lembah Masurai ( dulu termasuk kecamatan Muara Siau), Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi

Batu silindrik yang terdapat di situs ini terbuat dari batu alam yang berbentuk bulat panjang dengan ukuran 4,38 x 1,125 m. Pada bagian pangkalnya terdapat hiasan berbentuk manusia yang sedang duduk/ jongkok dengan kedua tangan direntangkan. Penggambaran manusia tersebut tidak sempurna dan tidak proporsional. Sementara pada bagian ujungnya dibiarkan polos, hanya permukaannya dibuat cembung.

Batu silindrik tersebut ditemukan di tengah persawahan yang terletak di atas sebuah bukit kecil yang sekarang merupakan lokasi perkebunan kayu manis. Kondisi batu silindrik tersebut sudah mulai aus, rapuh, dan patah pada bagian pangkalnya.

Didaerah Dusun Tuo juga terdapat Situs Batu Silindrik Pratintuo terletak di Desa Dusun Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi yang secara astronomis berada pada koordinat 02º21’21.08” LS dan 101º53’47.03” BT. Batu silindrik tersebut terletak di puncak bukit lematang dan orientasinya menghadap ke puncak Gunung Nilodingin. Lokasi temuan tersebut dibatasi oleh sebuah aliran sungai serta parit keliling selebar 2 m. Menurut penuturan masyarakat setempat parit tersebut pada waktu ditemukan sangat dalam dan lebar.

Batu silindrik yang oleh masyarakat sekitar disebut Batu Larung ini berbentuk bulat panjang dan berukuran 3,45 x 0,94 m. Pada bagian pangkal dan ujungnya terdapat hiasan yang berbentuk lingkaran (cincin) yang ditengahnya terdapat bentuk gong. Sementara pada bagian tengah batu terdapat hiasan yang berupa 5 buah lingkaran ganda.

Selain itu, juga terdapat 6 buah relief manusia kangkang yang mengapit sebuah lubang segi empat berukuran 0,32 x 0,32 m yang ditengahnya terdapat sebuah lubang bulat berdiameter 0,20 m dengan kedalaman 0,12 m. Pada kedua sisi pahatan manusia tersebut diberi pembatas berupa 2 buah garis lurus yang memanjang sejajar dengan panjangnya batu tersebut.

Sumber : Budhi VJ