Kab. Flores Timur

Provinsi :Nusa Tenggara Timur

BUPATI : Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST
WAKIL BUPATI : 
Agustinus Payong Boli, SH

Sejarah Kabupaten Flores Timur dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor : 69 tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tk II dalam wilayah Daerah-Daerah Tingkat I Bali, NTB dan NTT. Undang-Undang tersebut ditetapkan tanggal 20 Desember 1958 sehingga setiap tanggal 20 Desemberdiperingati sebagai Hari Ulang Tahun Kabupaten Flores Timur.

Pada awal pembentukan Kabupaten Flores Timur terdiri dari 8 Kecamatan yaitu :

Kecamatan Lomblen Timur Ibukota Hadakewa, Kecamatan Lomblen Barat Ibukota Boto Kecamatan Solor Ibukota Pamakayo, Kecamatan Adonara Timur Ibukota Waiwerang, Kecamatan Adonara Barat Ibukota Waiwadan, Kecamatan Larantuka Ibukota Larantuka, Kecamatan Wulanggitang Ibukota Boru, Kecamatan Tanjung Bunga Ibukota Waiklibang

Alat Musik : Foy Doa, Knobe Khabetas, Leko Boko, Nuren, Prere, Sasando, Sunding Tongkeng, Thobo, Totobuang

Pakaian : Baju Adat Suku Rote, Baju Adat Suku Sabu, Baju Adat Suku Helong, Baju Adat Suku Dawan.

Tempat, Benda, dan Bangunan : Istana Raja Larantuka, Taman Bukit Fatima, Danau Asmara, Desa Wae Rebo,Kampung Tradisional Bena, Desa Belaraghi, Gereja Tua Sikka, Rumah Pengasingan Bung Karno, Liang Bua, Situs Bung Karno, Kampung Adat Wogo, Desa Tado, Desa Doka, Desa Khas Tenun Watublapi, Pulau Adonara, Pulau Solor, Danau Waibelen, Pantai Weri, Pantai Asam Satu, Pantai Kawaliwu, Pantai Rako, Pantai Ina Burak, Pantai Lagaloe.

Masakan : Se’i, Jagung Catemak, Jagung titi, Jagung Bose, Rumpu rampe, Kue Rambut, Kolo.

Seni Tradisional & Even Budaya : 


Heritage Kab. Flores Timur