HUT ke-445 Kota Ambon Dirayakan Secara Virtual

Ambon – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kota Ambon ke-445 tahun 2020 dilakukan secara virtual tanpa perayaan seperti tahun sebelumnya.

Upacara HUT kota Ambon dipusatkan di lapangan Tahapary Tantui tanpa undangan dan hiburan, tetapi dilaksanakan secara virtual, kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy di Ambon, Senin.

“Pertama kali dalam sejarah perayaan HUT kota Ambon tidak digelar di Lapangan Merdeka, tetapi dialihkan ke lapangan Tahapary Tantui guna menghindari kerumunan masyarakat, ” katanya.

Tahun ini, kata Richard, perayaan HUT dilakukan secara virtual pusat perhatian tertuju pada layar ponsel, komputer dan laptop.

“Kita membatasi jumlah undangan yang hadir hanya 200 orang yang terdiri dari pimpinan 0PD, forkopimda kota Ambon, lurah, kades dan raja, dan perwakilan unsur TNI/Polri,” katanya.

Upacara HUT juga menerapkan protokol kesehatan yakni peserta wajib menggunakan masker, face shield, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak ada kerumunan.

“Selain itu tanpa atraksi budaya dan musik yang biasa ditampilkan, upacara kali paduan suara yang membawakan lagu mars kota Ambon dilakukan secara virtual oleh 445 pemuda dan pemudi se kota Ambon,” ujarnya.

Tema HUT kota ke -445 yakni Ambon sehat, tema ini bukan sekadar slogan tetapi menjadi sebuah doa dan perkataan iman bahwa pemerintah dan masyarakat percaya kondisi pandemi COVID-19 akan berlalu.

“Kita harus meyakini bahwa Tuhan akan menjaga dan melindungi kota Ambon, selain itu Ambon sehat juga merupakan salah satu program prioritas pemerintah,” ujarnya.

Siapa saja, kata Richard, baik pemerintah, saniri, anggota dewan, anggota TNI/Polri, karyawan, anak sekolah, penjual di pasar, tukang becak dan ojek tentu ingin pandemi COVID-19 berakhir.

Tetapi keinginan saja tidak cukup, semua warga secara bersama harus membuat keinginan itu menjadi nyata dengan mengubah kebiasaan lama dan menyesuaikan dengan apa yang terjadi saat ini.

Ambon sehat bisa terjadi jika semua menerapkan 4M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Jangan tepuk dada dengan bangga bilang beta (saya) Ambon kalo seng (tidak) seng cuci tanga, seng jaga jarak, dan bakumpul buat carita kewel (bercerita). Mari jaga diri kita masing- masing, supaya tetap sehat, keluarga, lingkungan dan tentunya Ambon tetap sehat,” tandasnya.

ANTARA