Goa Pemukiman Masyarakat Purba di Merangin

Goa Pemukiman Masyarakat Purba di Merangin

Dikawasan Kecamatan Sungai manau terdapat beberapa situs Gua,antara lain Situs Gua Tiangko (Tiangko Panjang) Situs Gua Tiangko terdapat di Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi yang secara astronomis berada pada koordinat 02º03’06.49” LS dan 101º56’29.19” BT.

Gua ini merupakan sebuah ceruk dari tebing batu kapur yang berada di Bukit Ngalau (Bukit Tiangko). Pintu masuk gua menghadap ke aliran Sungai Masumai yang jaraknya lebih kurang 3 km. Ruangan bagian dalam gua mempunyai lebar 10 m dan dalam 23 m, sedangkan pintu masuknya mempunyai lebar 9 m.

Seperti halnya gua di bukit kapur lainnya, di dalam gua ini pun terdapat stalagmit dan stalagnit, serta ruangan kecil (ceruk) yang merupakan bekas jalan rembesan air dari atasnya. Pada dinding gua banyak terdapat graffiti, baik yang berupa torehan benda keras, maupun kuasan cat minyak. Di dalam gua terdapat beberapa alat serpih yang pernah digunakan oleh masyarakat pendukungnya.

Tidak jauh dari situs gua tiangko terdapat Situs Gua Sengering (Tiangko Ulu) Situs Gua Sengering terletak di Desa Sengering, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi yang secara astronomis berada pada koordinat 02º01’21.08” LS dan 101º56’29.19” BT. Lokasi gua ini berada di bagian hulu Bukit Tiangko yang berjarak sekitar 5 km dari Desa Sengering. Untuk mencapainya harus mendaki 2 buah bukit dan menyusuri sebuah aliran sungai, serta memanjat tebing yang cukup terjal.

Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa kondisi dinding gua sangat gelap dan lembab, serta ruangannya sangat luas. Ruangan yang paling bawah, yaitu ruang yang paling besar dan panjang merupakan jalur air (aliran sungai di bawah tanah) yang mata airnya berasal dari puncak bukit. Ruangan diatasnya (agak kecil) terdiri dari beberapa ruangan (ceruk) dan diduga merupakan jalur rembesan air tanah yang berasal dari atasnya. Pintu masuk Gua Sengering mempunyai lebar sekitar 10 m, sedangkan pintu keluarnya mempunyai lebar 1 m yang sekaligus merupakan jalan keluarnya hulu air Sungai Tiangko.

Menurut informasi masyarakat setempat di dalam gua ini pernah ditemukan sisa-sisa kegiatan masyarakat purba yang berupa alat serpih dan pecahan gerabah. Namun, mengingat sungai di dalam gua sering banjir, maka sisa-sisa lapisan budaya yang pernah terkandung di dalamnya ikut hanyut terbawa air.

Didaerah Pangkalan jambu tepatnya di daerah perentak terdapat Situs Batu Lumpang Bukit Perentak .Situs Batu Lumpang Bukit Perentak terletak di Desa Bukit Perentak, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi yang secara astronomis berada pada koordinat 02º06’12.97” LS dan 102º00’48.68” BT.

Batu lumpang ditemukan di tengah sawah milik keluarga Adinegoro. Menurut penuturan masyarakat setempat, ketika ditemukan batu lumpang melesak ke dalam tanah sehingga dipindahkan ke lokasi yang tekstur tanahnya lebih padat. Batu lumpang tersebut merupakan bongkahan batu alam yang diberi lubang pada bagian permukaannya. Ukuran batu lumpang adalah 92 x 47 x 32 cm, sedangkan lubangnya berdiameter 27 cm dan dalam 19 cm.

Sumber : Budhi Vrihaspathi Jauhari