Festival Imlek 2015 di Palembang Memperkenalkan Destinasi Wisata di Bumi Sriwijaya

Festival Imlek 2015 di Palembang Memperkenalkan Destinasi Wisata di Bumi Sriwijaya

Festival Imlek akan berlangsung di di Kawasan China Town Dempo, Palembang pada 28 Februari-4 Maret. Acara ini merupakan festival yang pertama dan akan dimeriahkan dengan ragam perlombaan serta aneka kuliner. Selain memeriahkan momentum Cap Go Meh, Festival Imlek ini juga diadakan untuk memperkenalkan destinasi wisata di Bumi Sriwijaya.

Festival Imlek 2015 juga akan di isiberaneka acara menarik seperti bazar makanan dan pernak-pernik,senam taichi masal dan aerobik.Ada pula anekalomba mulai dari fotografi, memasak,menyanyi dangdut mandarin dan lomba karaoke mandarin,serta kompetisi barongsai dan fashion show on the street.

Banyak orang yang beranggapan bahwa penduduk Palembang memiliki paras mirip dengan orang Tiongkok. Sejatinya, ini dikarenakan pembauran suku Melayu dengan Muslim Tionghoa sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Pembauran itu semakin kuat setelah kedatangan Panglima Cheng Ho dan anak buahnya ke Palembang pada 1414-1415.Sebagian besar Muslim Tionghoa yang berada di Palembang berprofesi sebagai ulama, pedagang, perajin, tabib, ahli masak dan ahli pertukangan.

Selain di Masjid Cheng Ho, pesona jejak sejarah Tiongkok di Palembang bisa dilihat di Kampung Kapiten, yakni kampung tua di sisi selatan Sungai Musi yang berhadapan langsung dengan Plaza Benteng Kuto Besak. Kampung ini masih tetap bertahan dan merekam sejarah kedatangan Kapiten Tjoa Ham Hin asal Tionghoa yang datang ke Palembang. Kapiten Tjoa sendiri merupakan generasi pendatang dari Tiongkok terakhir ke Palembang.

Sesampainya di Kampung Kapiten, Anda akan melihat rumah-rumah tua yang disentuh oleh perpaduan arsitekur Tiongkok, kolonial dan Melayu Palembang. Rumah sudah dihuni dari generasi ke generasi sehingga terjadi pergeseran wajah bangunan yang semula kental dengan aksen Tionghoa, kini sudah dipadu dengan ciri khas rumah panggung khas Palembang. Beberapa rumah juga dipengaruhi arsitektur kolonial dengan pilar-pilar di depan rumah.

Sumber : indonesia.travel