Festival Budaya Cheng Ho “Saatnya Promo Wisata yang Maksimal”

Festival Budaya Cheng Ho “Saatnya Promo Wisata yang Maksimal”

Semarang – Perayaan 611 tahun Laksamana Cheng Ho telah digelar dengan meriah di Kelenteng Sam Po Kong dan sekitarnya di Semarang, akhir pekan lalu. Event ini sudah selayaknya menjadi kegiatan wisata yang besar.

Perayaan ini berlangsung 30-31 Juli 2016 dengan berbagai acara seru bertajuk Festival Budaya Cheng Ho. Ada diskusi dengan tema ‘Fasilitasi Pengembangan WIsata Sejarah dan Religi, Cheng Ho dan Warisan Budaya’ di Hotel MG Suit, Jl Gajah Mada, Semarang. Ada juga arak-arakan budaya yang seru berkeliling kelenteng dan pesta kembang api di malam hari.

Dalam rilis Kemenpar kepada detikTravel, Selasa (2/8/2016) Menpar Arief Yahya menyambut positif kemeriahan Festival Budaya Cheng Ho. Event wisata ini sangat berpeluang besar untuk menarik kedatangan wisatawan China.

“Promosikan dengan baik, jalur Cheng Ho itu untuk originasi Tiongkok, atau pasar China. Ini penting sekali, orang Asia itu, ketika disentuh dengan kebudayaan dan sejarah masa lalu, mereka bisa jatuh cinta karena sejarah nenek moyang mereka,” kata Menpar Arief Yahya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Multikultur Kementerian Pariwisata, Hary Untoro Drajad sejarah Cheng Ho bisa dikemas untuk membuat wisatawan berdatangan. Sejarah ditambah dengan artefak dan cerita yang menarik bisa menjadi atraksi yang memikat wisatawan.

Ekspedisi Cheng Ho mewariskan budaya dan kuliner yang berbaur indah dengan kebudayaan setempat. Hasilnya adalah Kota Semarang hari ini yang begitu penuh warna budaya yang menarik wisatawan.

Hal itu sangat tampak dalam arak-arakan sepanjang 6 km yang berlangsung meriah. Para peserta tampil dengan kostum orientan dan muka penuh make up ala karnaval.

“Saya senang, masyarakat senang, prosesi bagus sesuai rencana, masyarakat terhibur, sudah saatnya destinasi seperti ini dipromosikan ke mana-mana,” ungkap Harry Untoro Drajat.

Karena event ini secara tradisi sudah kuat dan konsisten, hendaknya segera disambut oleh para pelaku wisata. Maskapai, hotel, restoran, tur dan travel semestinya bisa mengembangkan promo-promo dan paket terkait Festival Budaya Cheng Ho.

“Kami sudah menjual paket tur Cheng Ho. Paket-paket wisata bahari dengan yacht atau cruise yang mengunjungi tompat-tempat yang pernah disinggahi Admiral Cheng Ho, start dari Bali, Batam, dan Jakarta. Ketika Jalur Cheng Ho ini jadi, destinasinya dibangun bagus, maka potensinya menjadi besar,” jelas Harry.

travel.detik.com/Image traveling.bisnis.com