Disdikbud Kota Pontianak Siapkan Agenda Kebudayaan “Lestarikan Budaya”

Disdikbud Kota Pontianak Siapkan Agenda Kebudayaan “Lestarikan Budaya”

Pontianak: Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki belasan agenda penting dalam upaya pelestarian kebudayaan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Yusriwaty mengatakan sejak digabungkannya Kebudayaan ke Dinas Pendidikan ada beberapa agenda Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebelumnya yang masih dipertahankan dan ada yang disesuaikan.

“Yang tidak berubah itu, seperti penetapan cagar budaya, pemilihan bujang dare, cap go meh, gawai dayak, festival meriam karbit, festival saprahan, pawai budaya keagmaan, penyelenggaraan gebyar tahun baru, penyelenggaraan pentas seni budaya,” ungkapnya, Rabu (18/1/2017).

Dari sejumlah agenda kegiatan kebudayaan itu, masih ada proses untuk penyesuaiannya dan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ini. Selain itu, untuk kegiatan yang sudah dibuat progresnya kemungkinan besar akan dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi Kota Pontianak.

“Rencananya, semua kegiatan dijadwalkan pelaksanaannya pada bulan Oktober yang bertepatan dengan hari jadi Kota Pontianak, namun tidak menutup kemungkinan akan ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan diluar bulan Oktober tersebut,” katanya.

Menurut, Yusriwaty agenda kebudayaan yang ada selama ini merupakan kegiatan yang sering dilaksanakan, namun dirinya meyakini masih banyak seni, tradisi dan budaya masyarakat yang belum tergali untuk dilestarikan sebagai warisan budaya tak benda.

“Kami berencana mengemas festival seni dan budaya tidak hanya menampilkan yang sudah ada, namun kearifan lokal lainya berbentuk seni, tari dan budaya nantinya akan kami coba untuk ditampilkan,” jelasnya.

Untuk mendorong upaya pelestarian kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak juga merencanakan untuk bagaimana disetiap sekolah ada kegiatan siswa yang berhubungan langsung dengan kearifan lokal.

“Kalau dance, marching band itu sudah biasa, kita ingin yang khusus seperti eskul khusus tarian tradisional dan kearifan lokal lainnya yang bisa dikembangkan di Sekolah,” harapnya.

rri.co.id/Image pontianak.tribunnews.com