Calendar Event Solo 2021, 29 Agenda dan 327 Pertunjukan Digelar Tahun Ini

Calendar Event Solo 2021, 29 Agenda dan 327 Pertunjukan Digelar Tahun Ini

Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta tetap menyusun Calendar Of event 2021, kendatipun Pandemi Covid-19 belum diketahui kapan berakhirnya. Setidaknya 29 event tingkat kota, 7 event kelurahan dan 327 pertunjukan dari empat venue, bakal dilaksanakan tahun ini.

Dari situs yang diunggah di https://pariwisatasolo.surakarta.go.id/destinations/solo-kalender-event-2021/

Pada Bulan Februari nanti ada sejumlah event yang bakal berlangsung di Kota Bengawan. Diantaranya Solo great sale 1-28 Februari, 13 Februari Pentas Wayang Kulit nDalem Joyokusuman.

Kemudian 17 Februari adalah HUT Kota Solo yang diwarnai dengan Kirab Boyong Kedaton Napak tilas perpindahan Keraton Surakarta dari Kartasura ke Desa Sala (Solo). Selain itu ada pentas dalang cilik 22-23 Februari di Pendapi Gede Balaikota.

Kemudian ada pertunjukan rutin sejumlah 327 di empat venue. Meliputi dari Taman Balekambang, Gedung Wayang Orang Sriwedari, Puro Mangkunegaran dan Balaikota.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, kalender event tetap disusun sesuai jadwal. Kegiatan tersebut akan dilangsungkan atau tidak terserah dari Satgas Covid-19 Surakarta yang memutuskan.

“Sementara seperti itu, tapi kalau situasinya tidak memungkinkan Bu Ning dan pak Sekda (Satgas Covid-19) yang memutuskan tidak boleh dijalankan,” ungkap Rudy sapaan akrabnya kemarin.

Rudy menyebut anggaran untuk pertunjukan budaya di Solo tetap tersedia. Nantinya Walikota Solo yang baru yang akan melaksanakan.

“Anggaran tetap ada, cuma nanti lewat streaming atau apa nanti Walikota yang baru. Di APBD tetap kita anggarkan cuma yang melaksanakan OPD dan walikota yang baru,” jelas Rudy.

Termasuk tanggal 17 Februari adalah peringatan hari jadi Kota Solo dengan Boyong Kedaton. Rudy menyebut jikalau masih dalam pandemi pihaknya juga belum tahu akan dilaksanakan atau tidak. “Itu nanti kirab boyong kedaton seperti apa, masih Pandemi atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu Pengurus Asosiasi Peruaahaan Perjalanan Pariwisata (ASITA) Daryono berharap, event Solo tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan membangkitkan pariwisata di Solo setelah libur satu tahun.

“Harapan kami ada kebijakan kebijakan dari pemerintah. Kalau pelaku usaha dan pariwisata tidak ada kebijakan dari pemerintah yang mendukung ya gimana,” ungkapnya.

Adapun beberapa kalender event Solo yang berskala internasional diantaranya Solo Menari, Solo Indonesian Culinary Craft and Festival di bulan Juni. Solo International Performing Art (SIPA) di bulan September.

Belum lagi Solo menari di Bulan April dan pertunjukan Wayang Orang maupun Ketoprak di Sriwedari dan Balekambang hampir tiap malam.

rri.co.id/Image Liputan6.com