Cagar Budaya dan Cagar Alam Harus Dilestarikan

Cagar Budaya dan Cagar Alam Harus Dilestarikan

Wakil Direktur Badan Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Desse Yusubrata, mengatakan, banyak pertanyaan terlontar apa yang mau dilihat saat berada dan berwisata ke Yogyakarta. Desse menjelaskan, jawaban pertanyaan tersebut tentu berpergian ke Candi Prambanan atau Candi Borobudur. Padahal, kata Desse, masih banyak cagar budaya lain yang juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang bisa dilirik oleh dunia.

“Kalau bicara mengenai cagar budaya, kita tidak melulu membicarakan soal candi,” katanya di FX Sudirman, Sabtu, 21 November 2015. Ia menjelaskan, bangunan-banguan sejarah lainnya pun merupakan cagar budaya yang juga harus dilestarikan.

“Sekarang ini kami sedang melakukan revitalisasi situs-situs kota tua di Indonesia, bukan hanya di Jakarta, melainkan juga di kota-kota lainnya seperti Semarang,” lanjutnya.

Tak hanya itu, selain di Jawa, cagar alam lainnya yang penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia adalah Tulamben. “Kalau kita mau diving, tidak selalu harus di Bunaken. Tulamben menjadi destinasi populer di Bali,” terang Desse. Perairan Tulamben berada di sebelah timur Pulau Bali dan menghadap Selat Lombok. Perairan ini kaya akan bahan makanan bagi biota laut. Jadi tak heran alam lautnya sangat indah.

Selain Bali, ia mengingatkan, Indonesia memiliki satu tempat menyelam lainnya. “Tempat lainnya di Morotai, ada bekas peralatan perang dalam Perang Dunia II milik Amerika Serikat seperti tank,” ujar Desse. Ia menerangkan, saat ini di Morotai sedang dilakukan pengembangan Museum Perang Dunia II.

Ia mengatakan itu hanyalah contoh kecil cagar budaya yang dimiliki oleh Indonesia. “Begitu banyak cagar budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Selanjutnya hanya tinggal kepedulian masyarakatnya. Mau membiarkan atau ikut melestarikan,” tutup Desse.

travel.tempo.co/Image yogyakarta.panduanwisata.id