Buton, Permata Nusantara Yang Masih Tersembunyi

Buton, Permata Nusantara Yang Masih Tersembunyi

Baubau – Kepulauan Buton diakui memiliki kekayaan sejarah, budaya dan pariwisata yang sangat mengagumkan.

Bahkan diklaim tidak kalah dibandingkan daerah lain di Indonesia bahkan mancanegara.

Hal itu diungkapkan salah seorang pengajar di Universitas Leiden Belanda, Dr. Surya Suryadi.

Akademisi berdarah Minang ini mengaku terkesima dengan potensi budaya, sejarah dan pariwisata yang dimiliki Buton, setelah melihat banyaknya dokumen Kesultanan Buton yang tersimpan di perpustakaan Universitas tertua di Negeri Belanda itu.

Kekaguman Suryadi dengan Buton makin memuncak setelah beberapa kali dia menginjakan kaki di Kota Baubau, sekaligus melakukan riset budaya hingga menerbitkan berbagai tulisan tentang Buton.

Hanya saja kata Suryadi, kekayaan itu belum sepenuhnya dieksplorasi dan dikelola dengan maksimal.

Kalau boleh dikatakan, Buton ibaratnya Batu Permata Nusantara yang masih tersembunyi.

Dia menuturkan, kekayaan yang dimiliki wilayah eks-Kesultanan Buton itu lebih digenjot agar orang-orang mau berkunjung ke sana.

Promosinya dapat dikemas dalam konsep kekinian, misalnya dibuat dalam bentuk film.

“Salah satu upaya yang coba kita pikirkan bersama-sama adalah bagaimana memanfaatkan kekayaan sejarah Buton ini untuk kita sekarang, antara lain melalui pariwisata. Kalau kita lihat Eropa, kota kecil bisa mengeksplorasi sejarah, mengaktualisasikannya dalam bentuk apa saja untuk dinikmati oleh turis,” kata pakar filologi itu dalam Webiner Refleksi setahun Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) sebagai Pahlawan Nasional, Sabtu (8/8/2020).

Ahli pernaskahan Nusantara ini juga menyarankan agar surat-surat Raja/Sultan Buton maupun dokumen lain yang saat ini menghiasi perpusakaan Leiden-Belanda itu bisa digandakan dan diambil salinannya agar disimpan di daerah tempat asalnya sebagai bukti kekayaan sejarah dan bahan pelajaran bagi generasi kekinian.

“Kita punya bukti otentik, kita punya sumber-sumber tertulis lebih dari cukup untuk merekonstruksi kalau kita ingin membuat film misalnya. Kita juga punya “dah book” dari kapal-kapal VOC yang tenggelam di Kabaena. Itu mungkin satu film yang menarik juga untuk dibuat,” terangnya.

“Sultan Himayatuddin sudah diakui sebagai pahlawan Nasional. Kita kumpulkan semua bahan mengenai Buton di masa lampau dan kita aktualisasikan dan disajikan dalam kondisi kekinian (pariwisata, buku pelajaran, film, dan sebagainya). Sehingga orang dari Amsterdam ingin terbang berwisata ke Baubau untuk menikmati benteng dan alamnya yang indah,” tandasnya.

rri.co.id/Image lifestyle.okezone.com