Bali Masih Jadi Favorit Tujuan Wisata Turis Rusia

Bali Masih Jadi Favorit Tujuan Wisata Turis Rusia

Wisatawan mancanegara (wisman) masih menganggap Bali sebagai primadona tujuan wisata di Tanah Air, terutama turis asal Rusia, yang terus bertambah ramai datang berlibur ke Pulau Dewata di awal tahun 2016.

“Ramainya turis Rusia ke Bali berkat kebijaksanaan pemerintah membebaskan pelancong asal Negeri Beruang Merah itu bebas visa ke Indonesia, termasuk ke Bali,” kata pengamat pariwisata, Dewa Nyoman Putrawan di Denpasar, Rabu, 6 April 2016.

Ia yang juga praktisi pariwisata itu menjelaskan, Bali hingga kini masih menjadi tempat wisata favorit turis asing. Sebab, Bali dinilai paling lengkap dan mampu memadukan antara keindahan lanskap alam dan seni budaya lokal yang memikat.

Keindahan tersebut selaras dengan keramahan dan kehangatan masyarakatnya. Kebudayaan terus dilestarikan oleh generasi ke generasi hingga terkini, dan ini merupakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat internasional yang berkunjung ke Bali.

Putrawan menambahkan, promosi pariwisata Bali oleh Conde Nast Traveler Russia, sebuah majalah pariwisata Rusia yang telah memperkenalkan banyak destinasi di berbagai pelosok negara, pernah menobatkan Pulau Bali sebagai pulau terindah di dunia.

“Dengan adanya penilaian positif dari masyarakat internasional, dapat dipastikan bakal bertambah banyak masyarakat Rusia yang melakukan perjalanan wisata ke pulau ini untuk mencocokkan hasil promosi yang pernah dilontarkan,” kata Putrawan.

Angka kedatangan turis Rusia ke Bali pada awal 2016 melonjak. Ini tentu berkat pengaruh dari promosi yang dimuat berbagai media massa yang terbit di negara itu beberapa waktu lalu, di samping adanya kebijakan bebas visa ke Indonesia.

Dinas Pariwisata Bali mencatat jumlah kedatangan turis asing asal Rusia ke Bali selama Januari-Februari 2016 sebanyak 12.616 orang, atau bertambah hingga 25,28 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang hanya 10.070 orang.

Turis asing asal Rusia umumnya datang ke Bali memanfaatkan penerbangan sistem carteran. Menurut Purtrawan, jika ada perusahaan penerbangan nasional yang melayani rute Rusia-Indonesia, termasuk ke Denpasar pergi-pulang, kedatangan pelancong Rusia ke Bali pasti bertambah ramai.

travel.tempo.co/Image hukumpedia.com