Angkat Keanekaragaman Nusantara di Solo Batik Carnival 2018

Surakarta – Solo Batik Carnival (SBC) tahun 2018 kembali dihelat di Kota Solo pada 14 Juli 2018. Carnival costum batik yang telah memasuki 11 tahun, ini akan mengusung tema Ika Paramartha.

Ketua Yayasan Solo Batik Carnival (SBC) Susanto mengemukakan, tema yang diusung ini memiliki makna persatuan dalam kesatuan, perbedaan dalam keanekaragaman, dan keunikan dalam ciri khas masing-masing daerah.

“SBC kali ini ingin menyatukan seni budaya di Indonesia yang dikonsep dalam bentuk karnaval,” jelas Susanto disela rapat panitia dengan Pemkot Surakarta di Balai Kota, Selasa (3/7/2018).

Susanto menyebutkan delapan defile yang merupakan perwakilan dari daerah di Indonesia bakal ditampilkan di hadapan public Solo. Meliputi Defile Lenggang Batavia mewakili DKI Jakarta, Jawa Dwipa mewakili Jawa Tengah, Nagari Minangkabau dari Sumatra Barat, Mapalili Mamiri mewakili sulawesi selatan.

“Kemudian defile Dayak Borneo Kalimantan Timur, Tiara Dewata mewakili Bali, Sasando Timor mewakili Nusa Tenggara Timur, serta Tana Sajojo mewakili Papua. Karena ikon SBC batik, maka bahan utama pembuatan kostum budaya dari berbagai daerah tersebut juga di Solo dengan bahan dasar batik,” bebernya.

Dijelaskan Susanto, para peserta yang ikut mencapai 150 orang, terbagi dalam delapan defile. Peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa, Lombok, dan terbanyak tetap dari Solo yang sejak lama telah antusias terhadap event SBC.

“Mereka dari anak sekolah mulai TK usia 3,5 tahun sampai perguruan tinggi, dan masyarakat umum yang berumur sampai 50 tahun,” tambahnya.

Sementara itu untuk Grand Carnival atau puncak SBC 2018 akan digelar 14 Juli dengan perform di stadion Sriwedari. Pada Grand Carnival, peserta akan melakukan karnaval mulai Stadion Sriwedari menyusuri Jalan Slamet Riyadi sampai Benteng Vastenburg yang menjadi lokasi exebition.

rri.co.id/Imega soloevent