Ajang Sepeda “Tambora Bike” Ketika Sepeda “Lahir” dari Tambora

Ajang Sepeda “Tambora Bike” Ketika Sepeda “Lahir” dari Tambora

Gelaran ajang bersepeda “Tambora Bike” telah dimulai pada pukul 7.15 WITA di Alun-Alun Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/4/2015). Menteri Pariwisata Arief Yahya beserta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo turut melepas keberangkatan para pesepeda.

Ajang sepeda “Tambora Bike” melintasi dua pulau besar NTB yaitu Pulau Mataram dan Pulau Sumbawa.  Para pesepeda akan melalui tiga etape menuju Doro Ncanga, di kaki Gunung Tambora, sebagai titik finis.

“Ajang Tambora Bike ini merupakan  bersepeda yang sangat historical. Karena sepeda tercipta waktu (Gunung) Tambora meletus,” kata Arief ketika beristirahat saat bersepeda, Lombok Tengah, Kamis (9/4/2015).
Ketika Gunung Tambora meletus pada tahun 1815, di Eropa terjadi tahun tanpa musim panas pada tahun 1816. Kesulitan bepergian di kondisi tanpa musim panas diperkirakan melahirkan cikal-bakal sepeda yang kemudian menjadi sepeda yang dikenal saat ini.

Dalam ajang “Tambora Bike”, pemandangan keindahan menjadi daya tarik yang sayang dilewatkan. “Kita punya budaya yang bagus, punya alam yang bagus tapi komunikasi kita lemah. Kita harus promosi lebih gencar lagi,” katanya.

Ia mengharapkan “Tambora Bike” dapat turut mempromosikan pariwisata Nusa Tenggara Barat khususnya Pulau Sumbawa yang masih kurang dikenal dibandingkan Pulau Lombok.
Ada tiga etape yang harus dilalui pesepeda “Tambora Bike” selama perjalanan menuju Doro Ncanga. Etape 1 berlangsung dari Mataram menuju Desa Utan, Etape 2 dari Desa Utan ke Desa Pidang, dan Etape 3 dari Desa Pidang ke Doro Ncanga.
“Tambora Bike” merupakan bagian dari kegiatan “Tambora Challenge” yang diselenggarakan oleh Harian Kompas. Tambora Challenge diselenggarakan untuk memperingati dua abad letusan Gunung Tambora.
Sumber : travel.kompas.com