“6 Obyek Wisata Wajib Dikunjungi” Mudik Lewat Solo

“6 Obyek Wisata Wajib Dikunjungi” Mudik Lewat Solo

Mudik ke arah timur Pulau Jawa dan melewati Solo, Jawa Tengah, Anda akan bertemu dengan aneka tempat wisata yang bisa dikunjungi. Dari mulai wisata keraton, museum, hingga wisata kuliner.

Anda bisa mampir sejenak untuk beristirahat sembari mengajak keluarga berwisata di Kota Solo. Berikut KompasTravel himpun rekomendasi obyek-obyek wisata yang bisa Anda kunjungi di Kota Solo.

Taman Balekambang

Lelah dalam perjalanan melewati Jalan Raya Pantai Utara Jawa, Taman Balekambang bisa jadi pilihan untuk “ngadem” di Kota Solo. Jejeran pepohonan hijau nan teduh yang menyediakan oksigen siap membuat Anda rileks.

Anda bisa duduk-duduk santai bersama keluarga di Taman Balekambang yang digadang-gadang menjadi hutan kota-nya masyarakat Solo. Jangan lupa untuk berfoto sekadar mengabadikan momen liburan bersama keluarga.

Taman Balekambang terletak  di Jalan Ahmad Yani atau Jalan Semarang, Solo. Taman Balekembang hanya berjarak sekitar 1,4 kilometer dari Graha Saba Buana.  Di sana juga terdapat beberapa ekor rusa yang dilepasliarkan dan ada juga taman reptil, green house, taman air, tempat outbond, gedung ketoprak, serta rumah peristirahatan.

Museum Radya Pustaka

Usai mampir di Taman Balekambang, ajaklah keluarga untuk mampir ke Museum Radya Pustaka. Museum Radya Pustaka terletak di kawasan Taman Sriwedari, sekitar 4 kilometer dari Graha Saba Buwana.

Di Museum Radya Pustaka, terdapat aneka macam koleksi sejarah, seperti tombak, keris, gamelan, buku-buku kuno serta peninggalan-peninggalan lainnya di museum ini. Museum Radya Pustaka buka dari hari Selasa hingga Minggu pukul 08.30 – 14.00 WIB dan khusus hari Jumat pukul 08.30 – 11.30 WIB.

Kampung Batik Laweyan dan Kauman

Beranjak ke arah Pasar Klewer, cobalah kunjungi Kampung Batik Laweyan dan Kauman. Kampung batik ini menjadi salah satu pusat produksi batik tradisional terbesar di Kota Solo.

Kampung Batik Kauman terletak sangat strategis karena dikelilingi oleh Jalan Rajiman, Jalan Nonongan, Jalan Slamet Riyadi, dan juga dikelilingi oleh tempat ramai lain seperti Pasar Klewer, Beteng dan Gladak. Tak perlu takut tersasar karena masyarakat Solo bisa membantu Anda untuk memberikan arahan menuju Kampung Batik Kauman.

Saat menyusuri Kampung Batik Laweyan, Anda bisa memilih berjalan kaki atau menggunakan becak. Para tukang becak siap mengantar para pengunjung menyusuri deretan industri batik rumahan dan sesekali berhenti di toko-toko batik.

Bersama keluarga berkeliling Kampung Batik Laweyan dan Kauman pada pagi hari agar bisa melihat proses pembuatan batik tulis, batik cap, pencelupan, pencucian, hingga penjemuran kain. Anda juga bisa membeli batik-batik yang dijual di Kampung Batik Laweyan dan Kauman.

Keraton Kasunanan Surakarta

Belum lengkap rasanya mengunjungi Solo tanpa pergi ke Keraton Kasunanan Surakarta. Menjelajahi keraton yang dibangun tahun 1745 oleh Raja Paku Buwono II ini, Anda akan dibawa menjelajahi sejarah, seni, dan juga budaya dalam waktu yang bersamaan.

Kunjungi juga Museum Keraton Kasunanan Surakarta yang menyimpang berbagai benda pusaka serta koleksi-koleksi keraton lainnya. Di Keraton Kasunanan Surakarta, Anda juga bisa melihat peninggalan di bangunan Kompleks Alun-alun Lor, Kompleks Sasana Sumewa, Kompleks Siti Hinggil Lor, Kompleks Kamandungan Lor, Kompleks Sri Manganti, Kompleks Kedhaton, Kompleks Magangan, Kompleks Sri Manganti dan Kamandungan Kidul, Kompleks Siti Hinggil Kidul dan Alun-alun Kidul.

Galabo

Didirikan sejak 2008, Galabo menjadi pusat kuliner Solo dengan menyajikan beragam kuliner khas, seperti tengkleng, sego liwet, juga gudeg ceker. Anda bisa mencicipi aneka kuliner tersebut di Galabo hadir di Jalan Mayor Sunarno tepat di depan Pusat Grosir Solo di Kawasan Gladag.

Srabi Solo Notosuman Ny. Handayani

Serabi Notosuman ini dibuat di dua tempat di jalan yang sama. Ada dua serabi notosuman dan jaraknya berdekatan, yaitu Ny. Lidia dan Ny. Handayani.

Keduanya adalah keturunan dari sang perintis, pasangan Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan. Serabi ini terdiri dari tepung beras, santan, gula pasir, garam, pandan, dan air.

Ada dua rasa yang bisa dinikmati yaitu serabi orisinal gurih dari santan tanpa tambahan perasa. Sedangkan satu lagi adalah rasa cokelat yang diberi taburan meses cokelat.

travel.kompas.com/Image surakarta.go.id