32 Bangunan di Kota Malang Ditetapkan Sebagai Bangunan Cagar Budaya

Malang – Komitmen Pemerintah Kota Malang untuk menjadikan kota pendidikan sebagai kota wisata sejarah semakin serius. Bahkan, kini 32 bangunan di Kota Malang ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Bangunan itu ditetapkan melalui surat keputusan (SK) pada tanggal 12 Desember dan 31 Desember 2018.

Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, penetapan bangunan bersejarah tersebut sebagai bentuk kesungguhan pemerintah dan masyarakat dalam hal heritage tourism, yakni menjadikan Malang menjadi kota wisata sejarah. “Kita mempunyai akar budaya akar budaya Indonesia, terlebih akar budaya Malang, ini yang harus kita kuatkan. Salah satunya dengan menjaga bangunan bersejarah,” katanya.
Menurutnya, apabila bangunan heritage ini tidak dijaga atau dipertahankan, maka tidak menutup kemungkinan akan berubah. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat agar terus menjaga warisan tersebut. “Jangan sampai punah, karena kedepan mudah-mudahan bisa menghormati apa yang menjadi budaya bangsa,” tegas dia.

Bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya tersebut beragam bentuk dan pemanfaatannya. Mulai dari gedung pemerintahan, sekolah, bangunan perbankan, gereja, klenteng, dan bangunan brandweer. “Pemerintah bangunan ini  dilakukan dengan sistem pentahelic. Yakni keberadaan kita (pemerintah) sebagai regulator. Sementara stakeholder maupun akademisi dari temen-temen budayawan ini yang mengkaji. Karena apapun harus berbasis scientific dan budaya,” ungkap Sutiaji.

Selain bangunan, Pemkot Malang juga telah menetapkan beberapa pohon heritage yang ada di Kota Malang. Diantaranya Pohon Trembesi yang bentuknya menyerupai jendela, Pohon Beringin yang usianya sudah sangat tua, Pohon Kenari, dan Bungan Teratai. “Untuk pohon yang dijaga jumlahnya sekitar 147,” pungkasnya.
rri.co.id