Festival Perahu Nusantara, Bawa Misi Sejarah dan Isu Lingkungan

Surabaya – Membawa misi sejarah kebesaran Kerajaan Majapahit, serta bagaimana terbentuknya Nusantara, dan juga bagaimana mencintai lingkungan khususnya sungai, Kodam V Brawijaya menyelenggarakan even Festival Perahu Nusantara.

Festival ini, dilaksanakan di Sungai Kalimas, tepat dibelakang Gedung Negara Grahadi, dan diikuti oleh jajaran Kodim, Kodam V Brawijaya, dengan memamerkan perahu perahu yang dihias sedemikian rupa, layaknya perahu kebanggaan kerajaan Majapahit dulu kala.

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan, Nusantara audah ada sejak jaman Majapahit. Melalui festival ini, masyarakat diajak mengingat kembali kebesaran Nusantara yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Untuk kita pelihara. Kemudian dari sisi lingkungan hidup, kita menggerakkan kita semua untuk bisa mencintai lingkungan, terutama sungai, ini kan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia,” ujarnya, Minggu (22/12/2019).

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Fealstival Perahu Nusantara ini, mengingatkan kembali betapa pentingnya sungai bagi kehidupan manusia. Di Jawa, sungai Bengawan Solo dan sungai Brantas, menjadi perhatian pemerintah.

“Hari ini PR kita semua, sungai Bengawan Solo, sungai Brantas, kita rupanya harus melakukan clean up,” ujarnya.

Khofifah mengakui, masalah yang terjadi terhadap dua sungai besar di Jatim ini, cukup kompleks. Tidak mudah untuk bisa menyelesaikannya, tetapi hal itu lanjut Khofifah, dapat diselesaikan bila seluruh elemen bahu membahu.

“Tapi ruh bagaimana sesungguhnya Festival Perahu Nusantara hari ini mudah-mudahan nanti player efeknya panjang, kemudian kita mencintai sungai, kalau orang mencintai sungai pasti mereka ingin habitat sungai ini hidup,” pesannya.

Melalui Featival ini, Gubernur mengajak masyarakat untuk bagaimana mencintai sungai, dengan mengetahui betapa pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan. Yang tidak hanya bagi habitat sungai itu sendiri, tetapi juga bagi makhkuk hidup lainnya.

“Tapi akan menjadi sumber air yang bisa menghidupi kita semua. Ini menjadi bagian yang penting yang diingatkan oleh Pak Pangdam V Brawijaya, bahwa sungai, air, harus kita jaga,” tandasnya.

rri.co.id