Kunjungan Wisatawan Meningkat, Kota Malang Kuatkan Wisata Heritage

Kunjungan Wisatawan Meningkat, Kota Malang Kuatkan Wisata Heritage

Malang – Wisata sejarah atau heritage kini menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Malang. Kawasan pertokoan Kayutangan menjadi spot andalan wisata heritage di kota pendidikan. Untuk itu, Pemerintah Kota Malang ke depan akan semakin menguatkan konsep wisata heritage sebagai identitas wisata Kota Malang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, saat ini banyak wisatawan yang memanfaatkan layanan city tour berkeliling Kota Malang. “Mereka banyak yang melihat potensi wisata lewat media sosial. Jika tahun ini ada event festival kendaraan hias, tahun depan festival ini dihapus. Kita perbanyak event wisata heritage,” tutur Ida Ayu, Minggu (6/10/2019).

Ia mengakui, Kota Malang memang tidak memiliki potensi wisata alam seperti yang ada di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang. Namun biasanya, wisatawan yang datang ke Taman Nasional Bromo Semeru akan berkunjung juga ke Kota Malang.

Untuk itu, jumlah kunjungan wisata di Kota Malang terus meningkat tiap tahunnya. “Kunjungan wisata ke Malang naik 20 persen dari target 10 persen. Dengan konsep wisata heritage, diharapkan semakin banyak wisatawan yang datang,” katanya.

Untuk jumlah wisatawan domestik, hingga saat ini tercatat ada sekitar 6 juta orang yang berkunjung ke Kota Malang. Sementara wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 11 ribu orang. “Kalau wisatawan mancanegara dahulu banyak yang berasal dari Eropa khususnya Belanda, tetapi sekarang mereka tidak dominan. Sekarang banyak wisatawan dari Perancis, Turki, dan India,” tandas Ida Ayu.