Museum Gudang Ransum Terpilih Jadi Museum Pelestari Terbaik

Museum Gudang Ransum Terpilih Jadi Museum Pelestari Terbaik

Sawahlunto – Pada Hari Museum Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Oktober lalu, Kota Sawahlunto dianugerahi penghargaan yang luar biasa. Museum Gudang Ransum Sawahlunto terpilih menjadi Museum Kategori Pelestari Terbaik pada acara Indonesia Museum Awards 2019 yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta (13/10/19).

Pada Kategori Pelestari ini, Museum Gudang Ransum bersaing dengan nominasi lainnya yaitu Museum Perkebunan Indonesia Medan, Museum Sandi Kulonprogo dan Museum Timah Muntok.

Kepala Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Halomoan, SH yang menerima langsung penghargaan tersebut mengatakan berterimakasih atas apresiasi yang diberikan.

“Ini adalah kado yang indah yang diterima oleh Museum Gudang Ransum berbarengan dengan ditetapkannya Sawahlunto sebagai Warisan Dunia. Kedepan hendaknya museum-museum lainnya di Sawahlunto dapat pula mendapatkan penghargaan yang sama,” harapnya sembari mengatakan ada 6 museum yang dikelola oleh Pemko Sawahlunto.

Pelaksanaan Indonesia Museum Award adalah agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Komunitas Jelajah. Komunitas ini sangat konsen terhadap perkembangan museum di seluruh Indonesia. Tahun ini, Komunitas Jelajah memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap museum dan tokoh permuseuman, kepurbakalaan dan sejarah yang selama ini telah banyak memberikan kontribusi dan karyanya demi kemajuan permuseuman tanah air.
Tidak hanya penghargaan sebagai pelestari, sehari sebelumnya  Museum Gudang Ransum pada Sabtu (12/10/19) juga mendapatkan Serifikat Standarisasi Museum dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Museum Tipe B. Disamping itu, standarisasi juga dibeikan kepada Museum Situs Lubang Tambang Mbah Suro dan Museum Kereta Api Sawahlunto dengan Tipe C.

Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman, Adrial SS M. Par yang menerima langsung sertifikat tersebut mengatakan dengan adanya sertifikat tersebut, berarti museum tersebut sudah mendapatkan penilaian dari pusat.

“Tidak semua museum mendapatkan sertifikat ini. Ada banyak kajian yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebelum memberikan penilaian,” katanya.

Ditambahkan Adrial, kedepan Pemko Sawahlunto akan terus berusaha untuk menaikkan tipe tipe museum tersebut.” Ada 6 museum yang dikelola Pemko Sawahlunto dan 1 museum dikelola PT BA, kedepan kita terus benahi museum yang lain sehingga mendaparkan standarisasi juga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” harapnya. 

(Adrial)